Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |08:16 WIB

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini diprediksi bergerak naik turun dengan kecenderungan melemah ke rentang Rp18.040 hingga Rp18.090 per dolar AS.
Pelemahan mata duit Garuda pada awal transaksi dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal lonjakan nilai minyak mentah bumi serta ketidakpastian akibat wacana peninjauan status pasar modal Indonesia oleh lembaga indeks global.
Pelaku pasar duit mengantisipasi tekanan jual pada pembukaan perdagangan seiring merebaknya sentimen penghindaran akibat (risk-off) oleh para investor. Isu penurunan kelas indeks saham domestik kian memperberat langkah rupiah nan telah terbebani oleh reli nilai komoditas daya internasional.
"Pada pembukaan perdagangan hari ini, pergerakan rupiah diprediksi naik turun namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp18.040 sampai Rp18.090 per dolar AS akibat lonjakan nilai minyak bumi di atas 110 dolar AS per barel. Ketidakpastian makin membesar lantaran pasar mengantisipasi wacana perpindahan kelas Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market oleh MSCI nan mendorong penanammodal bersikap risk-off," ujar Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Selasa (20/10/2026).
Kendati wacana penurunan status oleh MSCI tersebut tetap sebatas usulan kajian dan belum tentu terealisasi, berita tersebut sudah telanjur memicu kekhawatiran arus modal keluar (capital outflow). Beban psikologis pasar modal tersebut kian bertambah menyusul tindakan tegas otoritas pengawas terhadap praktik manipulasi transaksi.
Di lantai bursa, regulator baru saja menjatuhkan hukuman denda administratif dalam jumlah dahsyat mencapai Rp2,1 triliun mengenai pelanggaran perdagangan serta penawaran umum perdana (IPO) tiga korporasi besar.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·