Anggie Ariesta
, Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2026 |15:53 WIB

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 41 poin alias sekitar 0,24 persen ke level Rp16.759 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (26/2/2026).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal ialah pasar mengawasi dengan seksama perkembangan diplomatik saat para pejabat AS dan Iran bersiap untuk berjumpa di Jenewa untuk membahas kembali program nuklir Teheran.
"Utusan unik AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan berjumpa dengan para pejabat Iran di Jenewa pada Kamis sore, saat Washington berupaya mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dan rudal balistik Teheran," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Adapun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah mengisyaratkan bahwa resolusi diplomatik tetap dapat dicapai jika kedua belah pihak berkomitmen untuk keterlibatan nan konstruktif. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa "hal-hal buruk" dapat terjadi jika kemajuan nan berfaedah tidak tercapai.
Kemudian, pasar menilai akibat dari tarif AS nan baru diumumkan setelah putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini nan mengubah kerangka norma untuk beberapa langkah perdagangan. Pengenalan bea masuk dunia baru hingga 15 persen telah menambah ketidakpastian atas prospek perdagangan global.
Selain itu, pasar telah mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku kembang Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat lantaran para kreator kebijakan terus menyampaikan kekhawatiran atas tekanan inflasi nan terus berlanjut. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, pada hari Selasa mengatakan bahwa dia berhati-hati dalam melakukan pemotongan suku kembang tanpa bukti nan jelas bahwa inflasi secara berkepanjangan kembali menuju sasaran 2 persen.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·