Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.894 per Dolar AS

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2026 |15:47 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.894 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutu turun 10 poin alias sekitar 0,06 persen ke level Rp16.894 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (19/2/2026).

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal ialah penanammodal dunia tetap konsentrasi pada resiko Timur Tengah, setelah Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Rabu mengatakan bahwa Iran kandas memenuhi tuntutan utama AS dalam pembicaraan, namun Washington mengatakan telah setuju untuk memberi Teheran waktu dua minggu untuk mengatasi kesenjangan antara kedua pihak.

"Sementara itu, Presiden AS Donald Trump berkuasa menggunakan kekuatan jika diplomasi tidak sukses menghentikan program nuklir Iran. Laporan media nan menyatakan peningkatan aktivitas militer dan angkatan laut di Teluk telah memperkuat persepsi pasar tentang kerentanan pasokan," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Pada saat nan sama, sedikit kemajuan dalam upaya perdamaian Rusia-Ukraina memperkuat akibat keamanan nan lebih luas dan angan bakal pelonggaran hukuman terhadap ekspor daya Rusia memudar.

Risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve menyoroti perbedaan pendapat di antara para pejabat mengenai apakah kenaikan suku kembang lebih lanjut tetap diperlukan.

Para kreator kebijakan secara umum sepakat bahwa akibat inflasi tetap condong ke atas, tetapi berbeda pendapat tentang seberapa ketat kebijakan nan kudu diterapkan dan berapa lama suku kembang kudu tetap tinggi.

Adapun para pelaku pasar juga menurunkan ekspektasi mereka untuk penurunan suku kembang Fed tahun ini, meskipun perjanjian berjangka biaya Fed tetap menunjukkan penurunan kemungkinan terjadi pada bulan Juni. Investor sekarang menunggu info indeks nilai pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS nan bakal dirilis pada hari Jumat, parameter inflasi pilihan Fed, untuk mendapatkan pengarahan nan lebih jelas tentang kebijakan moneter.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com