Anggie Ariesta
, Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |21:41 WIB

Rupiah di November (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan tetap dibayangi tekanan pelemahan sepanjang perdagangan November 2026. Menguatnya indeks Dolar AS serta tingginya eskalasi geopolitik di area Timur Tengah menjadi aspek dominan nan menekan pergerakan mata duit Garuda.
Analis mata duit dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan indeks Dolar AS bergerak di kisaran 101,20 hingga 103,20 pada periode perdagangan 9-13 November 2026.
“Rupiah kemungkinan besar fluktuasinya itu bakal menuju di level Rp 18.250 (per dolar AS),” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).
Ibrahim menjelaskan bahwa dinamika nilai tukar berpotensi bersambung melemah hingga menyentuh level psikologis Rp18.500 per Dolar AS pada November ini.
Level Rp18.500 tersebut menjadi titik kritis (key level) bagi arah pergerakan Rupiah berikutnya, di mana jika tertembus, Rupiah berisiko melemah lebih jauh menuju Rp19.000 per Dolar AS.
“Kalau seandainya tidak kena di Rp18.500 kemungkinan besar bakal kembali tidak bakal mencapai di level Rp19.000 dalam penutupan pasar di akhir tahun ini,” kata dia.
Ibrahim menekankan bahwa negosiasi diplomatik antara Iran dan AS nan dimediasi oleh Qatar belum memberikan agunan kesepakatan konkret, menyusul kebuntuan pada pembahasan program uranium Iran. Ketegangan area kian memanas pasca-aksi militer AS terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
29 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·