
Pemerintah memastikan gejolak nan terjadi di pasar keuangan, termasuk merosotnya nilai tukar rupiah ke Rp17.667. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA – Pemerintah memastikan gejolak nan terjadi di pasar keuangan, termasuk merosotnya nilai tukar rupiah ke Rp17.667 dan tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), merupakan imbas sentimen pasar jangka pendek.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai parameter esensial ekonomi Indonesia secara struktural tetap berada dalam kondisi nan sehat. Atas dasar itu, pemerintah optimistis volatilitas pasar finansial dapat segera diredam dan dikendalikan dengan baik.
“Nggak apa-apa, kelak kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen nan agak pendek,” ujar Purbaya kepada awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa prioritas utama kebijakan fiskal saat ini adalah membentengi stabilitas esensial ekonomi dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial agar aktivitas ekonomi nasional tidak terganggu oleh guncangan pasar dunia maupun arus modal asing nan keluar (capital outflow).
Sebagai corak tindakan nyata, pemerintah mulai melancarkan strategi stabilisasi di pasar obligasi negara. Langkah intervensi ini diambil guna meningkatkan kembali kepercayaan para pelaku pasar, khususnya penanammodal asing nan mempunyai porsi kepemilikan pada surat utang pemerintah.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·