Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |06:03 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menganggarkan pengadaan kompor listrik. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menganggarkan pengadaan kompor listrik nan bakal digunakan masyarakat sebagai bagian dari program konversi penggunaan gas LPG.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, kompor listrik generasi terbaru sekarang lebih ramah bagi rumah tangga dengan daya listrik terbatas, termasuk pengguna 900 VA ke bawah. Dengan demikian, masyarakat di wilayah pedesaan dengan daya listrik rendah tetap dapat menggunakan kompor tersebut.
"Sebagai tahap awal, lantaran ada beberapa model kompor listrik, nan sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 VA, agar rakyat nan di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai," ujarnya.
Bahlil menjelaskan, langkah tersebut dilatarbelakangi tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG nan mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional. Kondisi itu menyebabkan devisa negara terus terkuras setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan daya rumah tangga.
Selain membebani devisa, pemerintah juga kudu mengalokasikan subsidi LPG dalam jumlah besar. Bahlil menyebut nilai subsidi LPG saat ini mencapai lebih dari Rp80 triliun per tahun.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·