Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

loading...

Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa. Foto / Daily

BARCELONA - Di tengah gelombang panas nan melanda banyak negara Eropa, rumah-rumah batu berumur beratus-ratus tahun di Italia selatan menjadi pilihan terkenal bagi banyak orang lantaran sifat pendinginan alaminya.

Puglia adalah wilayah di Italia selatan nan dikenal dengan garis pantainya nan berwarna pirus dan perkebunan oliva nan luas. Namun, wilayah ini juga kering dengan panas terikdi musim panas.

Di tengah perubahan suasana dan gelombang panas ekstrem nan semakin meningkat di Eropa, banyak masyarakat lokal dan visitor menemukan kembali solusi pendinginan ala abad pertengahan: trullo batu – gedung berwarna abu-putih unik dengan genting kerucut nan telah berdiri selama berabad-abad.

Rumah trullo pertama muncul pada pertengahan abad ke-14, dibangun sebagai struktur satu ruangan dengan genting kerucut besar. Rumah-rumah ini dibangun seluruhnya dari batu kapur nan diambil dari ladang setelah orang-orang membersihkan lahan untuk pertanian.

Kemampuan pendinginan alami gedung ini berasal dari desainnya nan unik: trullo dibentuk oleh tembok batu tebal, setebal 1,5-3 meter, nan membantu membatasi penyerapan panas. Batu kapur menyimpan kelembapan di musim dingin, secara berjenjang melepaskannya di musim panas untuk membantu mendinginkan udara di dalam rumah. Struktur genting kerucut memungkinkan udara naik, menjaga udara sejuk di area tempat tinggal di bawahnya.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews