Rudal DF-61 Buatan China Siap Merobek Langit

Sedang Trending 3 jam yang lalu

loading...

Rudal Buatan China Siap Merobek Langit. FOTO/VIET

BEIJING - Para mahir militer menilai bahwa rudal balistik DF-61 China mempunyai kekuatan nan belum pernah terjadi sebelumnya, dengan jangkauan nan cukup untuk mencapai sebagian besar sasaran utama di seluruh dunia.

Selama parade Hari Kemenangan nan memperingati ulang tahun ke-80 kemenangan negara itu di Beijing, Tiongkok menarik perhatianduniadengan secara terbuka memamerkan triad nuklir strategisnya untuk pertama kalinya.

Inti dari semua ini adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) berbasis darat DF-61, nan dianggap sebagai rudal balistik antarbenua tercanggih nan dikembangkan oleh China sejak DF-41 – rudal nan saat ini digunakan.

Peluncuran DF-61 menunjukkan bahwa China telah menyempurnakan generasi baru senjata nuklir, menggantikan dan melengkapi keahlian pendahulunya seperti DF-41.

Meskipun militer Tiongkok merahasiakan spesifikasi teknis terperinci, pengamatmiliterBarat menilai DF-61 sebagai sistem senjata dengan daya hancur nan belum pernah terjadi sebelumnya. Rudal ini dirancang dengan perkiraan jangkauan 12.000-15.000 km, cukup untuk mencapai sebagian besar sasaran utama di seluruh dunia.

Yang membikin senjata ini begitu menakutkan adalah kecepatannya selama fase masuk kembali ke atmosfer. Laporan memperkirakan bahwa DF-61 dapat mencapai kecepatan hipersonik Mach 20 – 20 kali kecepatan suara.

Pada kecepatan ini, waktu peringatan dan reaksi musuh diukur dalam hitungan menit, sehingga sistem pertahanan rudal tercanggih sekalipun nan saat ini digunakan menjadi nyaris tidak berfaedah melawan kekuatan DF-61.

Selain itu, rudal ini menggunakan sistem peluncuran bergerak pada kendaraan, sehingga memberikan mobilitas tinggi, kemudahan penyembunyian, dan tingkat kelangsungan hidup nan tinggi jika terkena serangan pendahuluan.

Dengan integrasi teknologi kendaraan masuk kembali nan dapat ditargetkan secara independen (MIRV), DF-61 dapat membawa beberapa hulu ledak nuklir secara berbarengan untuk menghancurkan sasaran nan berbeda.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews