RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Sukses Terapi Trombolisis Pertama di Priangan Timur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Sukses Terapi Trombolisis Pertama di Priangan Timur RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya layani pasien penyakit stroke infark alias aliran darah di otak hambat pembuluh dan sekarang sudah selamatkan 3 orang pasien melalui terapi trombolisis pertama di Priangan Timur.(MI/Kristiadi)

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mencatatkan pencapaian medis signifikan dengan sukses menyelamatkan tiga pasien stroke infark melalui terapi trombolisis. Keberhasilan ini menjadi nan pertama dilakukan oleh akomodasi kesehatan di wilayah Priangan Timur.

Direktur RSUD KHZ Musthafa, Eli Hendalia, menjelaskan bahwa jasa trombolisis ini merupakan langkah nyata dalam menangani stroke infark, ialah kondisi tersumbatnya aliran darah di otak. Rumah sakit sekarang dilengkapi dengan sistem peringatan awal melalui aktivasi code stroke nan bermaksud melarutkan sumbatan agar aliran darah kembali normal.

"Layanan trombolisis adalah corak sigap tanggap bagi pasien stroke infark. Terapi ini berfaedah memulihkan aliran darah di otak sebelum terjadi kerusakan permanen. Peluang kesembuhan pasien bakal jauh lebih besar jika ditangani dalam hitungan jam sejak indikasi pertama muncul," ujar Eli Hendalia, Sabtu (20/6/2026).

Eli menambahkan, RSUD KHZ Musthafa menyediakan obat trombolitik sebagai komponen utama terapi. Keberhasilan penanganan sangat berjuntai pada kecepatan respons sejak pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Petugas medis ditargetkan melakukan identifikasi awal dalam waktu kurang dari 10 menit.

"Pasien bakal menjalani pemeriksaan CT scan, kemudian dibawa ke ruang stroke corner untuk mendapatkan terapi trombolisis sesuai indikasi medis. Kami telah membentuk sistem terintegrasi nan melibatkan master ahli saraf, bedah saraf, tim IGD, perawat, laboratorium, radiologi, hingga farmasi untuk memastikan penanganan stroke akut melangkah optimal," katanya.

Testimoni Keluarga Pasien

Nia, 50, penduduk Leuwisari, mengungkapkan rasa syukurnya atas penanganan sigap nan diterima ayahnya. Sebelumnya, sang ayah mengalami gangguan stroke infark hingga kehilangan keahlian berbicara.

"Alhamdulillah, setelah ditangani sekitar satu jam, ayah saya sudah bisa berbincang kembali. Awalnya master menyatakan ada penyumbatan pembuluh darah di otak, tetapi setelah terapi trombolisis, kondisinya kembali normal," tutur Nia.

Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya dalam penanganan kasus darurat saraf nan memerlukan tindakan sigap dan presisi. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia