Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendalami penyebab kecelakaan kereta api nan terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Saat ini, tim investigator telah diterjunkan ke letak kejadian guna mengumpulkan bukti-bukti teknis di lapangan mengenai persinyalan kereta.
Fokus penyelidikan mengarah pada sejumlah aspek krusial ialah kondisi perangkat sistem komunikasi dan pengaturan lampau lintas kereta sebelum kecelakaan.
Humas KNKT Arief mengatakan, pihaknya tengah membedah beragam kemungkinan aspek penyebab terjadinya kecelakaan. Salah satunya mengenai kegunaan perangkat teknis di area stasiun tersebut.
"Untuk saat ini tim investigator tetap melakukan investigasi ke lapangan. Persinyalan juga salah satu aspek nan sedang didalami," kata Arief saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).
Selain pemeriksaan bentuk pada sarana dan prasarana, KNKT juga berencana menggali keterangan dari sejumlah saksi kunci. Meski demikian, proses pengambilan keterangan dari awak sarana perkeretaapian tetap menunggu waktu nan tepat.
Hingga saat ini, pihak KNKT belum merinci kapan wawancara mendalam terhadap para masinis maupun petugas mengenai bakal digelar.
"Untuk interview alias wawancara pihak-pihak terkait, sampai saat ini belum bisa kami sampaikan agenda pelaksanaannya," ujarnya.
Mengenai transparansi hasil akhir, publik nantinya dapat mengakses arsip komplit setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai. Hasil ini bakal menjadi rujukan utama dalam upaya perbaikan sistem transportasi nasional ke depan.
KNKT memastikan, setiap temuan di lapangan bakal dipaparkan secara terbuka melalui jalur komunikasi resmi organisasi agar dapat diketahui oleh khalayak luas.
"Hasil investigasi dari KNKT bakal dipublikasi di website dan kanal-kanal nan dimiliki KNKT. Untuk rekomendasi-rekomendasi keselamatan nantinya bakal diberikan pada para pihak mengenai untuk menjadi bahan perbaikan ke depannya," jelasnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·