Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menonaktifkan sementara perawat nan terlibat dalam kejadian bayi milik Nina Saleha nan sempat nyaris dibawa orang tak dikenal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pertimbangan internal atas kejadian nan menuai sorotan publik.
Direktur Utama RSHS, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., FINACS., M.Kes, mengatakan keputusan tersebut merupakan corak tanggung jawab lembaga dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.
“Dalam kaitannya dengan petugas kami, kami telah nonaktifkan nan bersangkutan,” ujar Rachim dalam pernyataan resminya, Jumat (17/4).
Ia menegaskan, selain penonaktifan, pihak rumah sakit juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan serta lembaga mengenai lainnya untuk dilakukan pertimbangan lebih lanjut.
Menurutnya, RSHS terbuka terhadap pengarahan dan masukan dari beragam pihak guna meningkatkan standar pelayanan, khususnya dalam aspek keselamatan pasien.
“Kami sangat terbuka untuk pengarahan lebih lanjut demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit,” katanya.
Sekilas Kejadian
Kasus ini bermulai saat proses pemulangan bayi pada 8 April 2026 di ruang NHCU, di mana terjadi kekeliruan penyerahan bayi oleh petugas kepada orang tua pasien lain. Pihak rumah sakit menyebut kejadian itu dipicu oleh distraksi saat petugas menjalankan tugas.
Meski bayi tersebut segera diambil kembali dan diserahkan kepada ibu kandungnya, kejadian ini memicu kekhawatiran publik setelah video keluhan dari family pasien beredar di media sosial.
Sempat Diselesaikan, Kini Berlanjut ke Ranah Hukum
RSHS menyatakan telah melakukan penjelasan langsung dengan pihak family sehari setelah kejadian. Dalam pertemuan tersebut, rumah sakit menilai persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, kasus ini terus berkembang setelah ibu korban menempuh jalur norma dan melaporkan dugaan percobaan penculikan ke Polda Jawa Barat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·