loading...
Dalam lomba 21 km di Beijing, robot humanoid mencatat waktu lebih sigap dari rekor bumi manusia. Foto: Reuters
JAKARTA - Robot sekarang tidak lagi sekadar mesin di pabrik. Di Beijing, mereka sudah mulai menyalip manusia—secara harfiah.
Dalam arena Beijing E-Town Half Marathon 2026, puluhan robot humanoid buatan China berlari sejauh 21 kilometer berdampingan dengan sekitar 12.000 pelari manusia. Hasilnya mencolok. Robot tercepat menyelesaikan lomba dalam 50 menit 26 detik—lebih sigap dari rekor bumi half marathon manusia nan baru dicatat pelari Uganda, Jacob Kiplimo, di Lisbon.
Jika dikonversi, 21 km adalah jarak standar half marathon. Artinya, robot ini bukan sekadar demonstrasi teknologi, tapi sudah masuk level performa atlet elite.
Perubahan dibanding tahun lampau sangat signifikan. Pada 2025, robot tercepat mencatat waktu 2 jam 40 menit—lebih dari dua kali lipat pemenang manusia. Banyak robot apalagi kandas finis.
Tahun ini, bukan hanya jumlah peserta meningkat dari 20 menjadi lebih dari 100 tim, tetapi performanya melonjak drastis. Beberapa robot apalagi lebih sigap dari pelari ahli dengan selisih lebih dari 10 menit.

Yang lebih penting, nyaris separuh robot sekarang bisa berlari secara berdikari tanpa kendali jarak jauh. Mereka apalagi menavigasi lintasan sendiri di jalur terpisah untuk menghindari tabrakan.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·