Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kejadian pemukulan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sekitar area Kolam Renang Bulungan dan kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, tidak diteruskan ke jalur hukum.
"Apakah ini ditindaklanjuti norma alias bagaimana, saya bilang, 'Udahlah, didialogkan, dimusyawarahkan' dan akhirnya tidak diproses secara hukum," ujar Pramono di Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).
Awalnya, Pramono menegaskan kembali kronologi terjadinya insiden. Dia juga menyinggung soal info nan beredar bahwa bentrok berasosiasi dengan para penjual makanan di letak itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peristiwa nan terjadi di Bulungan antara Satpol PP dengan orang nan dianggap berjualan, sebenarnya nggak ada hubungan sama sekali dengan orang nan berdagang tadi," sebutnya.
Justru, sambungnya, saat itu Dinas Perhubungan DKI Jakarta sedang melakukan penertiban. Dalam perihal penertiban, Pramono pun menyampaikan dukungannya terhadap upaya penertiban di wilayah Jakarta.
Terlepas dari itu, dia tetap menekankan perlu adanya silaturahmi dalam menangani persoalan ini.
"Penertiban ataupun ketertiban itu menjadi penting, tetapi juga kita tidak boleh kehilangan apa ya, silaturahmi, kebersamaan, dan sebagainya," kata Pramono.
Maka dari itu, dia pun menyampaikan perihal ini ketika berkoordinasi dengan Kepala Dinas Satpol PP soal kejadian tersebur.
"Saya juga membuka ruang kemarin ketika mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Satpol PP mengenai apakah ini ditindaklanjuti norma alias bagaimana, saya bilang, 'udahlah, didialogkan, dimusyawarahkan'," jelasnya.
Mengutip Antara, kejadian pada Senin kemarin bermulai ketika Satpol PP berbareng Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan penertiban terhadap parkir liar dan pedagang kaki lima.
Akhirnya, bentrok pun terjadi.
Usai kejadian ini, pihak PT mengenai pun menyambangi Pemprov DKI Jakarta untuk menyampaikan kronologi nan terjadi.
(mou/kid)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·