Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Dipulihkan, Jamin Ketahanan Pangan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Foto udara sawah terdampak musibah di Aceh. Foto: Dok. Satgas PRR/Pemprov Aceh

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus mempercepat rehabilitasi lahan sawah nan rusak akibat musibah hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah percepatan rehabilitasi ini dilakukan dengan skema revitalisasi lahan nan dibarengi dengan perlindungan lahan agar tidak beranjak fungsi, untuk menjamin keberlanjutan pasokan beras dan ketahanan pangan daerah, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan dan inventarisasi terhadap lahan pertanian terdampak, sekaligus memastikan luas lahan produktif tetap terjaga meskipun terjadi kerusakan akibat bencana.

Ia mengungkapkan pemerintah tidak hanya berfokus merehabilitasi lahan terdampak dengan revitalisasi lahan dan cetak sawah, namun juga turut diperkuat dengan kebijakan perlindungan lahan agar tidak beranjak fungsi, sehingga produktivitas pangan tetap terjaga.

“Proteksi lahan pertanian di wilayah itu menjadi konsentrasi pemerintah. Kita sudah rapat, kita sudah tegaskan tidak boleh alih kegunaan lahan, titik. Dan ini sudah ada undang-undangnya, jadi tidak boleh lagi ada pelanggaran,” kata Amran saat melakukan kunjungan di penyimpanan Bulog, Karawang, Kamis (23/4/2026).

Seraya melakukan pendataan lahan rusak, pemerintah juga secara paralel memberikan support pertanian berupa bibit dan bibit unggul. Hal itu dilakukan untuk memastikan petani bisa segera kembali menanam pascabencana.

"Semua nan terkena dampak, pemerintah memberikan bantuan, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semua sawah nan rusak itu ditanggung oleh pemerintah,” kata Amran.

Berdasarkan info Satgas PRR 24 April 2026, tercatat dari total 42.702 hektare sawah nan menjadi sasaran rehabilitasi sawah di tiga provinsi terdampak, sebanyak 2.045 hektare lahan telah direhabilitasi dan 12.126 hektare tetap dalam proses penanganan.

Rinciannya, di Provinsi Aceh dari 31.464 hektare sawah nan menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 116 hektare sawah selesai direhabilitasi. Di Sumut, dari 7.336 hektare sawah nan menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 224 hektare selesai direhabilitasi. Adapun di Sumbar dari 3.902 hektare sawah nan menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 1.705 hektare rampung direhabilitasi.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan rehabilitasi sawah tidak hanya berfokus pada pemulihan bentuk lahan, tetapi juga mencakup penguatan aspek legalitas melalui pemutakhiran info pertanahan. Menurutnya, langkah ini krusial agar lahan nan kembali produktif mempunyai kepastian norma dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Karena BPN ini di bawah Menteri ATR/BPN (Nusron Wahid), mungkin perlu ada petunjuk kepada jejeran agar proaktif bekerja sama dengan Pemda untuk menyelesaikan persoalan tanah, pemisah lahan, sekaligus membantu sertifikat nan hilang,” ujar Tito usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah wilayah diminta aktif berkoordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN setempat dalam proses pendataan ulang lahan warga. Jika menemui kendala, pemerintah pusat bakal turun tangan untuk memastikan seluruh proses melangkah sigap dan tepat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan