Ribka Haluk Berduka 3 ASN Jadi Korban KKB di Papua

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menyampaikan duka cita atas meninggalnya tiga ASN nan tewas usai ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan.

Ungkapan dukacita ini disampaikan Ribka saat memimpin Apel Kesadaran ASN di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (21/9).

"Saya menyampaikan duka cita mendalam mengenai penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan," ujar Ribka dalam amanatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Ribka menyoroti hubungan baik nan sudah terjalin sejak lama antara masyarakat NTT dengan Papua. Oleh karenanya, dia membujuk seluru ASN di NTT untuk terus persatuan dan kesatuan nan sudah tercipta.

"Sejak dulu, banyak penduduk NTT nan telah menjadi bagian sejarah kehidupan masyarakat di Papua," ujarnya.

Ribka mengatakan masyarakat di Papua juga berterima kasih lantaran banyak penduduk NTT nan mau mengabdi dan menjadi pembimbing di sana.

"Pengabdian tersebut, sangat dihargai dan diingat masyarakat di Papua," tuturnya.

Lebih lanjut, dia juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT nan mencapai 5,01 persen di tengah tantangan geografis dan topografis daerah. Termasuk juga upaya Pemprov NTT untuk menekan laju inflasi.

Pesan senada juga disampaikan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia membujuk masyarakat NTT dan Papua untuk menjaga persatuan serta keselarasan hubungan masyarakat kedua daerah.

"Saya berterima kasih, Ibu Wamen datang memberikan ketegasan agar kita kudu menjaga semangat rasa kebersamaan dan persatuan kita," katanya.

Melkiades tidak menampik jika semua pihak berduka dengan kejadian di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Akan tetapi, dia berambisi kejadian itu tidak membikin hubungan masyarakat NTT dan Papua menjadi terganggu.

"Kita kudu menjaga keselarasan hubungan masyarakat kedua wilayah lantaran sudah mempunyai hubungan kedekatan emosional sejak lama," harapnya.

Tidak ketinggalan, Gubernur NTT kemudian menitipkan keberadaan masyarakatnya nan saat ini sedang berada di Tanah Papua kepada Wamendagri hingga Pemkab dan Pemkot Papua.

"Persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Karena itu, situasi nan berkembang di wilayah mana pun perlu disikapi dengan mengedepankan ketenangan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kehidupan masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu (9/9) kemarin.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo menyebut kejadian naas itu terjadi di wilayah Muliama, Papua Pegunungan, sekitar pukul 15.53 WIT.

Ketiga korban tewas merupakan Aprida Rapi selaku Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya; Alfonsius Albinus Mehan selaku master hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya; dan Willi Mbuik selaku calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Yusuf mengatakan ketika itu rombongan pegawai Dinas Pertanian nan berjumlah 11 orang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau penyelenggaraan aktivitas cetak sawah.

Akan tetapi, di tengah jalan rombongan tersebut diserang oleh KKB. Akibatnya, kata dia, korban Willi (24) terkena tembakan di pinggang kanan.

"Korban meninggal bumi di RSUD Wamena setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara, Aprida (49) mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal bumi di letak kejadian. Sedangkan Alfonsius mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang serta tangan kiri dan meninggal bumi dilokasi kejadian.

(tfq/fra)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional