RI Sepakat Ekspor Listrik ke BUMN Singapura, dari Batam hingga Karimun

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati nota kesepahaman (MOU) mengenai jual beli listrik hijau. Listrik nan diproduksi dari Kepulauan Riau (Kepri) bakal diekspor untuk BUMN Singapura.

Kerja sama tersebut termasuk dalam 26 Memorandum of Understanding (MoU) nan diteken dalam Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Jakarta, Senin (6/7).

Salah satu kerja sama mengenai ekspor listrik hijau meliputi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections. Kesepakatan tersebut bakal menjadi peta jalan (roadmap) bagi proses negosiasi dan pembahasan lanjutan antar pihak.

Tujuan kerja sama ini adalah membuka jalan bagi pengembangan proyek interkoneksi listrik lintas pemisah (cross-border electricity project) antara Indonesia dan Singapura, sekaligus menjadi fondasi krusial bagi pembangunan ASEAN Power Grid alias jaringan listrik area ASEAN.

“Ya, dengan Keppel, Sembcorp, MOU kita untuk membangun untuk ekspor listrik, ya, dengan Danantara dan ini adalah proyek jangka panjang dan bakal dipastikan ini juga memberikan akibat nan win-win lah terhadap kedua negara,” ungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Dananantara, Rosan Roeslani kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan.

Penyambutan kunjungan PM Singapura Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyambut kehadiran Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Rosan menjelaskan ekspor listrik ke Singapura ini merupakan rencana lama, setidaknya 4 tahun lalu, nan baru ditindaklanjuti oleh Danantara berasas pengarahan Presiden Prabowo Subianto. Nantinya, proyek pembangkit hijau bakal dibangun Danantara berbareng pihak swasta lain.

Pembangkit tersebut bakal dibangun berjenjang di Batam, Bintan, dan Karimun dengan total kapabilitas 3,4 gigawatt (GW). Rosan menyebut kapabilitas pembangunan tahap awal ialah antara 600 MB sampai 1,2 GW.

“Ya, kelak salah satu lokasinya kita lihat dari situ, ya, bakal pengembangan juga untuk BBK, ya, tadi, Batam, Bintan, Karimun. Totalnya sih nantinya tuh selama berapa tahun tuh 3,4 gigawatt,” ungkap Rosan.

Produksi listrik tersebut bakal dibeli oleh Keppel maupun Sembcorp. Untuk dapat menyalurkannya, Indonesia juga bakal membangun jaringan transmisi listrik menuju Singapura.

Ilustrasi pusat pengisian daya kendaraan listrik nan bakal dibangun Keppel Volt di Singapura. Foto: Keppel Volt

“Ya, kita (Danantara) sebagai perusahaan dari Indonesianya, jika nan Keppel dan Sembcorp sebagai off-taker-nya lantaran mereka, kan, juga BUMN,” jelas Rosan.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU nan sudah diteken tahun lalu. Pembahasan saat ini berangkaian dengan harga.

“Proses tahapannya berjalan, tapi, kan, kita tetap menegosiasi tentang nilai dan izin kita, kan, memang nilai itu ada di pemerintah. Kita pengen ada win-win, saling menguntungkan, tinggal di titik itu saja. Tapi saya pikir sejenak lagi bakal ada titik jumpa kok,” ungkapnya.

Bahlil mengakui belum ada penetapan nilai lantaran dirasa belum sesuai dan menguntungkan. Adapun proyek tersebut mencakup pembangunan panel surya dan transmisi listrik di wilayah Kepri.

“Belum win-win. Saya merasa belum win-win jika sekarang harganya,” kata Bahlil tanpa menjelaskan dengan spesifik nilai nan tetap dibahas tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan