RI-Prancis Mulai Konstruksi Fisik Dua Kapal Selam Scorpène Lebih Cepat dari Jadwal

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

, JAKARTA, – Perusahaan galangan kapal pelat merah PT PAL Indonesia berbareng perusahaan pertahanan Prancis, Naval Group, secara resmi memulai bangunan bentuk dua unit kapal selam Scorpène. Proyek strategis ini memasuki tahap steel-cutting pada Juli 2026, lebih sigap dua bulan dari agenda awal nan direncanakan pada September.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, dalam keterangan persnya pada Kamis (2/7) menyatakan bahwa percepatan ini dimungkinkan setelah perusahaan sukses menyelesaikan fase kualifikasi. Proses verifikasi tersebut memastikan bahwa sumber daya manusia, proses manufaktur, akomodasi produksi, dan sistem kendali mutu PT PAL telah memenuhi standar internasional untuk pembangunan kapal selam.

"Program ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi insinyur Indonesia, memperkuat industri pertahanan nasional, dan mengembangkan ekosistem manufaktur berteknologi tinggi nan bisa bersaing secara global," ujar Diana.

Keberhasilan Alih Teknologi

Diana menekankan bahwa kelulusan fase kualifikasi ini menjadi bukti efektivitas program alih teknologi nan sedang berjalan. Program ini secara signifikan meningkatkan keahlian para insinyur Indonesia dalam menguasai teknologi manufaktur presisi tinggi.

Sebagai bagian dari kerja sama bilateral, PT PAL telah mengirimkan puluhan insinyurnya ke akomodasi Naval Group di Prancis. Mereka menjalani training intensif di beragam bidang, mulai dari pengelasan tingkat lanjut, teknik struktural, sistem mekanis dan elektrikal, hingga penjaminan mutu. Keahlian nan baru diperoleh ini kemudian diterapkan langsung oleh para insinyur selama uji kualifikasi di bawah pengawasan ketat ahli dari Naval Group.

Direktur Program Naval Group, Vincent Vimont, menegaskan bahwa keberhasilan pertimbangan ini menegaskan kesiapan PT PAL untuk menjadi mitra strategis dalam manufaktur pertahanan laut modern. "Kolaborasi ini bukan hanya tentang membangun dua kapal selam, tetapi tentang meletakkan fondasi bagi keahlian industri nan berkelanjutan," kata Vimont.

Menuju Kemandirian Produksi Kapal Selam

Program kapal selam Scorpène ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian nan diteken pada 2024 antara Kementerian Pertahanan Indonesia, Naval Group, dan PT PAL Indonesia. Kontrak tersebut mencakup pembangunan dua kapal selam kelas Scorpène dengan berat benaman antara 1.800 hingga 2.800 ton.

Melalui skema alih teknologi nan komprehensif, seluruh proses bangunan dan perakitan bakal dilakukan secara domestik oleh para insinyur Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat mengantarkan PT PAL mencapai keahlian produksi lokal penuh, sehingga membuka jalan bagi Indonesia untuk secara berdikari membangun kapal selam secara utuh di masa depan.

Selain memperkuat pedoman industri pertahanan negara, program Scorpène juga diproyeksikan menghasilkan faedah ekonomi nan signifikan. Proyek ini bakal menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja dan memperluas partisipasi industri dalam negeri dalam rantai pasok pertahanan Indonesia.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑