Gubernur: Jalan Diponegoro dialihkan imbas revitalisasi Gedung Sate.
, BANDUNG, – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan bahwa Jalan Diponegoro nan melintas di depan Gedung Sate bakal dialihkan. Langkah ini merupakan bagian dari proyek revitalisasi Gedung Sate nan bakal menyatukan laman depan dengan Lapangan Gasibu. Proyek ini dimulai pada 8 April 2026 dan dijadwalkan selesai pada 6 Agustus 2026.
Menurut Dedi, revitalisasi ini bermaksud untuk menciptakan area upacara tepat di depan Gedung Sate dengan memanfaatkan sebagian lahan Lapangan Gasibu untuk jalan baru. "Jadi tidak ditutup, tapi dialihkan," kata Dedi. Jalan baru ini bakal menggantikan kegunaan Jalan Diponegoro nan lama nan bakal digunakan sebagai halaman.
Revitalisasi ini diharapkan dapat mengintegrasikan area dengan menyambungkan Plaza depan Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu menjadi sumbu utama seluas 14.642 meter persegi. Dedi menegaskan bahwa laman Gedung Sate nan baru kudu mencerminkan karakter gedung berhistoris tersebut, bukan seperti "halaman hotel" nan ada sekarang.
Proyek senilai Rp15 miliar ini telah ditenderkan dengan tujuan efisiensi anggaran wilayah dan menegaskan peran Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat. Meski demikian, ada kekhawatiran mengenai posisi Batu Prasasti Sapta Taruna nan menjadi simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum di masa depan.
Penataan Prasasti
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar, Mas Adi Komar, menjelaskan bahwa penataan ini bakal dilakukan secara sistematis dan transparan. Terkait prasasti, dia menyebut bahwa bakal ada penataan nan memastikan prasasti tetap terjaga.
Langkah ini merupakan ambisi Gubernur Dedi Mulyadi untuk memindahkan letak upacara kenegaraan dari Gasibu ke laman depan Gedung Sate, demi menjaga "aura" kewibawaan pusat pemerintahan. Dedi berambisi upacara kemerdekaan di masa depan dapat diselenggarakan di depan Gedung Sate.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·