Review Majapahit Karya Herald van der Linde

Sedang Trending 5 hari yang lalu

majapahit – Di kembali megahnya nama Majapahit, tersimpan skandal family kerajaan, perang saudara, dan intrik politik nan licik. Tak sekadar cerita perang dan armada laut nan disegani pelaut Eropa, sejarah Majapahit juga diwarnai kisah unik, termasuk catatan-catatan sejarah bening dari seorang ahli tulis istana nan pemabuk.

Lewat buku Majapahit karya Herald van der Linde, kita diajak menyelami naskah antik untuk memahami kehidupan di kembali gorden kekuasaan sang imperium. Seperti apa kebenaran di kembali kejayaan dan keruntuhan Majapahit? Yuk, langsung saja kita simak ulasannya bersama!

Sinopsis Majapahit

Disegani bangsa Portugis di lautan, diguncang skandal dan darah di dalam istana. Majapahit adalah legenda imperium terbesar Nusantara: sebuah raksasa maritim nan dibangun di atas kejayaan panen padi, muslihat politik nan dingin, dan armada laut paling perkasa di zamannya,

Namun di kembali dinding-dinding candi dan kemegahannya, tersimpan realita nan jauh lebih liar: perseturuan berdarah antar saudara, raja-raja berperliaku eksentrik, hingga intrik kekuasaan tanpa ampun.

Tragisnya, imperium seluas ini meninggalkan sangat sedikit jejak fisik. Lewat naskah-naskah antik dan sumber primer, kitab ini menyusun kembali teka-teki Majapahit dari kacamata nan tak terduga, termasuk catatan-catatan seorang ahli tulis istana nan pemabuk.

Ini bukan sekadar sejarah perang, melainkan kisah tentang ambisi, pengkhianatan, dan rahasia kelam sebuah bangsa nan nyaris terlupakan.

majapahit

Profil Herald van der Linde – Penulis Novel Majapahit

Herald van der Linde adalah penulis nan mempunyai kesukaan mendalam terhadap sejarah dan kehidupan masyarakat Indonesia. Perjalanannya berbareng Indonesia bermulai pada 1990, ketika dia datang sebagai seorang backpacker dengan rencana menjelajahi Nusantara selama beberapa minggu saja. Namun, pengalaman menaiki bus nan padat, berbincang hingga larut malam di warung, serta mengenal kehidupan masyarakat setempat membuatnya jatuh cinta pada Indonesia. Ia kemudian mempelajari bahasa Indonesia dan akhirnya menetap lebih lama, khususnya di Jakarta, kota nan hingga sekarang tetap mempunyai tempat spesial di hatinya.

Ketertarikan Herald terhadap Indonesia tidak berakhir pada kehidupan sehari-hari, kuliner, dan kebudayaannya. Ia juga berupaya memahami perjalanan panjang nan membentuk Indonesia menjadi seperti sekarang. Melalui karya-karyanya, Herald mengangkat sejarah dengan memperhatikan pengalaman orang-orang nan hidup, bekerja, dan membangun kehidupan di beragam tempat. Minatnya terhadap masa lampau Indonesia juga mempunyai kaitan pribadi. Setelah mendengar kisah tentang leluhurnya nan pernah tinggal di Hindia Belanda, dia menelusuri beragam arsip di Jakarta dan Belanda. Penelusuran tersebut membawanya pada catatan tentang personil family Van der Linde nan telah tinggal di Batavia sejak abad ke-17, termasuk seorang leluhur nan tiba menggunakan kapal pada 1650.

Herald telah menulis sejumlah kitab tentang Indonesia, di antaranya Jakarta: A Biography (2020) dan Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire (2024). Melalui karya-karya tersebut, dia mengeksplorasi sejarah Indonesia dengan mengangkat kisah, konflik, dan dinamika masyarakat nan membentuk perjalanan bangsa. Ia juga tengah mempersiapkan proyek kitab berikutnya nan bakal membahas sejarah Sriwijaya.

Di luar aktivitasnya sebagai penulis, Herald menjabat sebagai Chief Asia Equity Strategist di HSBC. Mobilitasnya nan tinggi dalam menjelajahi beragam wilayah Asia membuatnya mendapat julukan “The Flying Dutchman”. Perpaduan antara pengalaman panjang mengenal Indonesia, penelusuran arsip sejarah, dan pekerjaannya di bagian finansial menjadikan Herald mempunyai perspektif pandang nan beragam dalam menulis tentang masa lampau Nusantara.

Kelebihan dan Kekurangan Majapahit

Pros & Cons

Pros

  • Menyajikan sejarah dengan style bercerita nan menarik.
  • Didukung riset dan sumber sejarah nan mendalam.
  • Menghadirkan tokoh sejarah dengan karakter nan beragam.
  • Mengungkap sisi sejarah nan jarang dibahas.
  • Menghubungkan masa lampau dengan kehidupan Indonesia masa kini.
  • Memperkaya pemahaman tentang peradaban Nusantara.

Cons

  • Beberapa bagian terasa repetitif dan belum membedakan kebenaran dengan interpretasi secara tegas.

Kelebihan Majapahit

Majapahit karya Herald van der Linde mempunyai beberapa kelebihan nan membuatnya menarik untuk dibaca.

  • Menyajikan sejarah dengan style bercerita nan menarik

Salah satu kelebihan kitab ini adalah kemampuannya mengemas sejarah Majapahit layaknya sebuah novel nan penuh intrik, pengkhianatan, peperangan, dan perebutan kekuasaan. Herald van der Linde tidak sekadar menyajikan urutan peristiwa dan nama-nama raja, tetapi merangkainya menjadi kisah nan mengalir dan mudah diikuti. Gaya penulisan ini membikin sejarah nan kerap dianggap membosankan terasa lebih hidup dan bisa mempertahankan rasa mau tahu pembaca.

  • Didukung riset dan sumber sejarah nan mendalam

Buku ini disusun berasas penelusuran sumber sejarah, naskah kuno, serta catatan dari beragam tokoh nan berangkaian dengan Majapahit. Pembaca diajak memandang gimana pengetahuan tentang kerajaan tersebut dibangun melalui tulisan para pujangga, catatan visitor asing, dan penelitian nan dilakukan pada masa berikutnya. Pendekatan ini memberikan gambaran tentang proses penelusuran sejarah sekaligus memperlihatkan bahwa pemahaman kita mengenai Majapahit terbentuk dari beragam sumber nan perlu dikaji secara kritis.

  • Menghadirkan tokoh sejarah dengan karakter nan beragam

Herald tidak menggambarkan para raja dan tokoh kerajaan sebagai sosok nan selalu bijak alias sempurna. Sebaliknya, mereka ditampilkan sebagai manusia dengan ambisi, kecerdikan, kelemahan, dan kepentingan masing-masing. Beragam karakter tersebut membikin kisah politik kerajaan terasa lebih realistis dan menarik untuk disimak. Pembaca juga dapat memandang gimana sifat dan keputusan para penguasa mempengaruhi perjalanan kerajaan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

  • Mengungkap sisi sejarah nan jarang dibahas

Buku ini memperkenalkan beragam peristiwa dan aspek kehidupan Majapahit nan mungkin tidak banyak diingat pembaca dari pelajaran sejarah di sekolah. Mulai dari perseteruan family kerajaan, hubungan dengan bangsa asing, hingga kehidupan wanita dan keberadaan ratu nan mempunyai pengaruh politik. Pembahasan tersebut memperluas perspektif pandang pembaca bahwa sejarah Majapahit bukan hanya tentang kejayaan wilayah dan nama-nama penguasa, melainkan juga tentang kehidupan sosial, kebudayaan, serta dinamika masyarakat pada masa itu.

  • Menghubungkan masa lampau dengan kehidupan Indonesia masa kini

Salah satu perihal menarik dari kitab ini adalah langkah kisah Majapahit mendorong pembaca merefleksikan kehidupan masyarakat Indonesia sekarang. Persaingan kekuasaan, budaya feodal, hubungan sosial, dan karakter para tokoh dapat menjadi bahan untuk memahami gimana pola tertentu dalam kehidupan masyarakat mungkin memperkuat alias berubah sepanjang waktu. Hubungan ini membikin sejarah tidak terasa sebagai cerita tentang masa silam semata, tetapi juga sebagai bahan untuk mempertanyakan dan memahami keadaan masa kini.

  • Memperkaya pemahaman tentang peradaban Nusantara

Melalui kisah Majapahit, pembaca memperoleh gambaran mengenai kekuatan politik, perdagangan, pertanian, pelayaran, dan kebudayaan kerajaan. Buku ini juga membantu menumbuhkan apresiasi terhadap pencapaian masyarakat Nusantara pada masa lampau nan kerap kurang mendapat perhatian. Dengan demikian, pembaca tidak hanya mengikuti kisah naik turunnya sebuah kerajaan, tetapi juga diajak mengenali kompleksitas peradaban nan pernah berkembang di wilayah ini.

Kekurangan Majapahit

Meskipun buku karya Herald van der Linde ini menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan nan bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca. 

  • Beberapa bagian terasa repetitif dan belum membedakan kebenaran dengan interpretasi secara tegas

Banyaknya bentrok keluarga, perebutan takhta, dan pembunuhan politik nan terjadi dari satu generasi ke generasi berikutnya terkadang membikin bagian tertentu terasa berulang. Selain itu, narasi nan mengalir seperti novel dapat membikin pembaca perlu lebih jeli membedakan catatan sejarah nan tersedia dengan interpretasi penulis terhadap peristiwa tersebut. Bagi pembaca nan mengharapkan kajian akademis dengan pemisahan kebenaran dan dugaan nan sangat terperinci, pendekatan penceritaan kitab ini mungkin terasa kurang memadai.

Mengenal Lebih Dekat Kerajaan Majapahit

Grameds, ketika mendengar nama Majapahit, kita mungkin langsung terkenang pada Gajah Mada, Sumpah Palapa, dan kejayaan Nusantara pada masa lampau. Namun, sejarah Majapahit jauh lebih luas daripada kisah tentang ekspansi wilayah dan kebesaran para rajanya. Kerajaan ini meninggalkan jejak krusial dalam bagian politik, perdagangan, kebudayaan, hingga tata kehidupan masyarakat. Menariknya, sebagian kehidupan Majapahit justru perlu direkonstruksi melalui naskah antik dan peninggalan arkeologis nan tetap ditemukan hingga sekarang. Yuk, kenali beberapa kebenaran menarik tentang kerajaan besar ini!

Berdirinya Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit diperkirakan berdiri pada 1293 M di Jawa Timur, setelah melalui pergolakan politik nan melibatkan Raden Wijaya dan pasukan Mongol nan dikirim oleh Kubilai Khan. Raden Wijaya kemudian menjadi raja pertama Majapahit. Seiring berjalannya waktu, kerajaan ini berkembang menjadi salah satu kekuatan politik krusial di area Nusantara. Pusat pemerintahannya diyakini berada di Trowulan, wilayah nan sekarang terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penetapan letak tersebut didukung oleh beragam temuan arkeologis dan penelitian sejarah.

Puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Nama Majapahit tidak dapat dilepaskan dari Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mencapai salah satu periode kejayaannya. Gajah Mada dikenal melalui Sumpah Palapa, nan mencerminkan ambisinya untuk memperluas pengaruh Majapahit ke beragam wilayah Nusantara. Keduanya kerap dikenang sebagai tokoh krusial dalam sejarah kerajaan ini. Meski demikian, luas wilayah kekuasaan dan corak pengaruh Majapahit terhadap daerah-daerah lain tetap menjadi bahan kajian sejarah, karena hubungan kerajaan dengan wilayah sekitarnya tidak selalu berbentuk pemerintahan langsung.

Kehidupan Majapahit tercatat dalam naskah kuno

Salah satu sumber krusial untuk mempelajari Majapahit adalah Nagarakretagama, karya Mpu Prapanca nan ditulis pada 1365 M. Naskah ini memuat gambaran tentang pemerintahan Raja Hayam Wuruk, perjalanan kerajaan, dan sejumlah wilayah nan berada dalam lingkup pengaruhnya. Selain itu, catatan dari visitor asing, termasuk Ma Huan dari Tiongkok, turut memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat dan hubungan perdagangan pada masa tersebut. Namun, setiap sumber mempunyai perspektif pandang dan keterbatasan tersendiri. Oleh lantaran itu, para peneliti perlu membandingkan catatan tertulis dengan bukti arkeologis untuk memperoleh pemahaman nan lebih menyeluruh.

Peninggalan arkeologis Majapahit di Trowulan

Salah satu area terpenting untuk mengenali peninggalan Majapahit adalah Situs Trowulan. Di area ini terdapat sejumlah gedung dan struktur bersejarah, seperti Candi Tikus, Gapura Bajang Ratu, Gapura Wringin Lawang, Candi Brahu, serta Kolam Segaran. Candi Tikus dikenal sebagai gedung petirtaan alias tempat nan berangkaian dengan aktivitas ritual dan air, sedangkan Bajangratu dan Wringin Lawang merupakan struktur gapura nan menjadi bagian krusial dari lanskap arkeologis area tersebut. Selain bangunan, para peneliti juga menemukan pecahan keramik, gerabah terakota, arca, koin, dan komponen bangunan. Berbagai temuan ini membantu mengungkap kehidupan sehari-hari, aktivitas ekonomi, teknologi, serta tata ruang masyarakat pada masa Majapahit.

Majapahit mempunyai sistem pengelolaan air nan menarik

Kemajuan sebuah kerajaan tidak hanya terlihat dari kekuatan militernya, tetapi juga dari kemampuannya mengelola sumber daya. Penelitian arkeologis di Trowulan menemukan jejak saluran air, waduk, dan sistem irigasi nan menunjukkan adanya pengelolaan air dalam skala cukup besar. Infrastruktur tersebut menjadi petunjuk krusial untuk memahami gimana area permukiman dan aktivitas pertanian didukung pada masa lalu. Keberadaan Kolam Segaran dan beragam struktur air lainnya juga memperlihatkan bahwa peninggalan Majapahit bukan hanya berupa candi dan gapura, melainkan mencakup sarana nan berangkaian dengan kebutuhan masyarakat dan penataan lingkungan. Meski kegunaan setiap struktur perlu ditafsirkan berasas bukti penelitian, keseluruhan temuan ini memperkaya gambaran tentang keahlian teknis masyarakat Majapahit.

Kemunduran Majapahit berjalan melalui proses nan kompleks

Berakhirnya kejayaan Majapahit bukanlah peristiwa sederhana nan dapat dijelaskan oleh satu penyebab saja. Persaingan politik, bentrok perebutan kekuasaan, perubahan hubungan antar kerajaan, serta perkembangan kondisi sosial dan keagamaan di Jawa turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kemundurannya. Perang Paregreg pada awal abad ke-15, misalnya, menjadi salah satu bentrok krusial nan memperlihatkan pertentangan di lingkungan family kerajaan. Sementara itu, perubahan kekuatan politik di pesisir Jawa ikut membentuk lanskap baru di area tersebut. Karena sumber sejarahnya terbatas, para mahir tetap mengkaji gimana beragam aspek itu saling berangkaian dalam proses melemahnya Majapahit.

Grameds, mempelajari Majapahit mengajarkan kita bahwa kejayaan sebuah kerajaan tidak hanya tersimpan dalam kisah para penguasa, tetapi juga dalam naskah, bangunan, barang sehari-hari, dan jejak lingkungan nan ditinggalkannya. Peninggalan arkeologis di Trowulan menjadi pengingat bahwa tetap banyak perihal nan dapat dipelajari dari peradaban Nusantara, sekaligus bahwa pemahaman kita tentang masa lampau terus berkembang seiring ditemukannya bukti baru. Melalui kitab Majapahit karya Herald van der Linde, Grameds dapat menelusuri kisah para penguasa, bentrok politik, dan dinamika kerajaan dengan pendekatan penceritaan sejarah nan menarik. Dengan begitu, sejarah tidak lagi sekadar kumpulan nama dan tanggal, tetapi menjadi jalan untuk memahami manusia dan masyarakat nan membentuk masa lampau kita.

Penutup

Majapahit bukan sekadar catatan tanggal dan nama raja di lembar sejarah nan kaku, melainkan cermin besar tentang ambisi, pengkhianatan, dan gimana kekuasaan dibangun lampau runtuh. Lewat penceritaan nan hidup, Herald van der Linde membuktikan bahwa di kembali tembok istana nan megah sekalipun, sejarah selalu digerakkan oleh keputusan-keputusan manusia nan tak luput dari cela.

Pada akhirnya, kitab ini menyisa satu pertanyaan krusial bagi kita hari ini: ketika sebuah imperium sebesar Majapahit pun bisa runtuh akibat intrik dari dalam, pelajaran apa nan sudah kita petik untuk masa kini?

Jika Grameds siap menyelami rahasia kelam di kembali kejayaan Nusantara, kitab Majapahit sudah bisa Anda dapatkan di Gramedia.com. Mari terus #TumbuhBermakna dengan memahami jejak masa lampau nan membentuk siapa kita hari ini. Selamat membaca!

Rekomendasi Buku

Jalan ke Pengasingan

Jalan ke Pengasingan

Jalan ke Pengasingan menelusuri periode krusial dalam sejarah aktivitas nasional Indonesia pada akhir 1920-an hingga awal 1930-an, ketika jalan menuju kemerdekaan tengah dipertaruhkan ulang. Dengan riset mendalam berbasis arsip kolonial Belanda dan arsip langka lainnya, John Ingleson memetakan peran tokoh-tokoh muda seperti Hatta, Sjahrir, dan Sukarno dalam merumuskan strategi politik, membangun organisasi nasionalis, dan menyusun pendapat kebangsaan nan melampaui batas-batas ideologis nan ada.

Unfinished Nation: Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia

 Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia

Unfinished Nation menelusuri perkembangan Indonesia sejak gejolak awal perlawanan antikolonial pada awal abad ke-20, tetapi konsentrasi pada perjuangan panjang dan pada akhirnya sukses melawan kediktatoran Presiden Suharto.

Dalam menjelaskan perubahan politik nan kerap disalahpahami pada akhir abad ke-20, Max Lane menguraikan gimana sebuah golongan perlawanan mini di dalam negeri, Partai Rakyat Demokratik (PRD), memainkan peran pelopor nan berkontribusi pada runtuhnya rezim diktator.

Tuah Bumi Nusantara

Putus Rantai - Generasi Pemutus Rantai nan Berkeliling Dunia

Buku ini membujuk kita menelusuri jejak para raja legendaris Nusantara, termasuk tuah kesaktiannya. Puluhan sosok raja dahsyat dibahas di sini, mulai dari Raja Mulawarman nan dengan tuahnya bisa mengantar Kutai pada era keemasan di abad ke-4, Ratu Shima nan kekuatan maupun kebijaksanaannya sampai dikagumi dan dicatat di negeri-negeri seberang pada abad ke-7, hingga Sultan Hasanuddin nan kesaktiannya sanggup membikin kolonialis Belanda ciut nyalinya pada abad ke-17.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑