Review Buku Putih: Girl in The Dark

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Putih Girl in The Dark – SMA Cakrawala semestinya menjadi tempat penuh cerita masa remaja. Namun di kembali lorong sekolah dan kehidupan para siswanya, ada teror nan sedang bergerak dengan pelan.

Putih: Girl in The Dark karya itsfiyawn langsung membuka ceritanya dengan tragedi nan berujung pada rangkaian pembunuhan misterius. Bukan hanya menegangkan, novel ini juga dipenuhi atmosfer kelam nan bikin rasa penasaran terus hidup sampai laman terakhir.

Sebelum mulai membaca, yuk simak dulu ulasan lengkapnya, Grameds!

Sinopsis Buku Putih: Girl in The Dark

Berawal dari gagalnya sebuah acara, hingga berujung pada kejadian tragis nan menewaskan beberapa siswa di SMA Cakrawala. Rangkaian pembunuhan nan terjadi berturut-turut begitu mengenaskan. Sebuah misteri paling rahasia nan dibungkam paksa oleh pihak sekolah adalah karena dari semuanya.

Lihatlah sekitarmu. Kau tahu jika orang-orang di sekelilingmu adalah manusia bertopeng. Biarlah topeng itu menutup wajah original dari si pemakai. Jangan kau buka paksa, jangan! Biarlah seperti itu. Percaya, bentuk original mereka adalah sisi gelap dari diri mereka masing-masing.

Novel Putih: Girl in The Dark menceritakan tentang Putih nan merupakan ketua OSIS nan terlalu baik, sehingga seringkali kurang tegas dalam mengambil keputusan. Namun, semua perihal berubah saat kejadian tragis menimpa beberapa siswa di SMA Cakrawala, mulai dari personil OSIS nan satu persatu pergi meninggalkan Putih. Kemudian beragam kebenaran akhirnya bermunculan dan hal-hal mengejutkan pun terjadi dari lingkungan sekitar. Putih nan tadinya baik telah berubah menjadi seorang nan lain setelah kejadian jelek nan menimpa dirinya. Kira-kira kejadian apa nan membikin Putih berubah?

Lalu, gimana dengan misteri pembunuhan nan terjadi di SMA Cakrawala?

Ikuti kisah Putih dan teman-teman SMA Cakrawala lainnya dalam novel Putih: Girl in The Dark untuk menghadapi rentetan kasus pembunuhan nan tidak berujung ini dan temukan fakta-fakta mengejutkan dibalik pembunuhan-pembunuhan nan terjadi.

Tentang Penulis Buku Putih: Girl in The Dark

Novel Putih: Girl in The Dark ditulis oleh Itsfiyawn, nan mempunyai nama original Fiatuzzahro dan berkawan disapa Fiya. Ia merupakan penulis muda kelahiran Jakarta, 2 Agustus 1998, nan telah aktif berkarya sejak usia remaja.

Fiya mulai dikenal melalui platform menulis online, khususnya Wattpad—yang sering dia sebut sebagai “dunia oranye”—sejak tahun 2013. Ketertarikannya pada cerita-cerita gelap, misterius, dan penuh ketegangan terlihat jelas dalam karya Putih: Girl in The Dark, nan menggabungkan

Untuk mengikuti karya dan aktivitasnya, pembaca dapat mengunjungi akun media sosialnya di IG dan Wattpad dengan username @itsfiyawn.

Opening: Thriller nan Bikin Nggak Bisa Tidur

Grameds, dari pertama lihat Putih: Girl in The Dark, vibes seremnya udah langsung kerasa. Apalagi dari cover-nya nan dominan merah dengan ilustrasi mulut berdarah, langsung kebayang jika ini bukan cerita remaja biasa.

Pas mulai dibaca, ceritanya betul-betul bikin susah berhenti. Alurnya menegangkan, penuh misteri, dan makin lama makin bikin penasaran. Apalagi di bagian ending, plot twist-nya nggak ketebak sama sekali. Nggak hanya serem, novel ini juga bisa bikin Anda ikut ngerasain emosi tokohnya mulai dari tegang, takut, sampai sedih. Jadi wajar jika banyak pembaca bilang novel ini bikin “nggak bisa tidur”.

Dunia Gelap SMA Cakrawala

Cerita ini berlatar di SMA Cakrawala nan awalnya terlihat seperti sekolah biasa. Tapi semuanya berubah setelah sebuah aktivitas sekolah kandas dan berujung tragedi—beberapa siswa ditemukan meninggal dengan langkah nan mengenaskan.

Sejak kejadian itu, satu per satu kasus pembunuhan mulai terjadi. Suasana sekolah jadi mencekam, penuh rasa takut, dan dipenuhi tanda tanya. nan bikin makin menarik, rupanya ada rahasia besar nan sengaja ditutup-tutupi oleh pihak sekolah.

Lewat tokoh utama, Putih—ketua OSIS nan awalnya dikenal baik dan lembut—Grameds diajak mengikuti perubahan nan terjadi. Nggak hanya situasi sekolah nan berubah, tapi juga kepribadian Putih nan perlahan jadi berbeda setelah mengalami beragam kejadian traumatis.

Novel ini juga ngasih pesan nan cukup relate: bahwa setiap orang itu punya “topeng”. Di luar terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya menyimpan sisi gelap masing-masing. Nah, seiring cerita berjalan, satu per satu rahasia itu mulai terbongkar.

Jadi, SMA Cakrawala di sini bukan hanya sekadar latar sekolah, tapi jadi tempat di mana sisi gelap manusia betul-betul ditunjukkan.

Cerita Remaja nan Nggak Biasa

Grameds, jika biasanya cerita remaja identik dengan persahabatan dan kisah cinta nan ringan, Putih: Girl in The Dark Justru menawarkan sesuatu nan berbeda. Novel ini tetap mengambil latar kehidupan anak SMA, tapi dengan bentrok nan jauh lebih gelap dan serius.

Kehidupan sekolah dalam cerita ini nggak lagi digambarkan santuy alias menyenangkan. Justru penuh tekanan, rahasia, dan rasa takut. Masalah nan dihadapi para tokohnya bukan sekadar drama pertemanan, tetapi sudah menyentuh perihal ekstrem seperti trauma, perubahan kepribadian, hingga pembunuhan berantai.

Tokoh Putih menjadi gambaran gimana seorang remaja bisa berubah lantaran keadaan. Ia nan awalnya lembut dan terlalu baik, perlahan berubah setelah menghadapi beragam kejadian tragis. Perubahan ini terasa nyata lantaran menunjukkan bahwa pengalaman hidup bisa membentuk seseorang secara drastis.

Inilah nan membikin cerita ini terasa nggak biasa. Bukan hanya lantaran unsur thriller, tetapi juga lantaran menggambarkan sisi lain kehidupan remaja nan jarang diperlihatkan. Di kembali wajah nan terlihat baik, bisa saja tersembunyi sisi gelap nan nggak pernah kita duga.

Sisi Gelap Manusia di Putih: Girl in The Dark

  • Manusia bertopeng

Banyak tokoh terlihat baik dan normal sebagai siswa SMA. Namun di kembali itu, mereka menyimpan sisi lain nan gelap.

Di SMA Cakrawala, lingkungan sekolah tampak biasa saja, tapi rupanya dipenuhi rahasia dan kepalsuan nan perlahan terungkap.

  • Rahasia nan tersembunyi

Ada misteri besar nan sengaja ditutup oleh pihak sekolah dan menjadi penyebab utama rangkaian tragedi.

Setelah gagalnya sebuah acara, muncul kejadian tragis nan menewaskan beberapa murid, tetapi kebenaran sebenarnya tidak langsung diungkap.

  • Perubahan karakter Putih

Putih awalnya dikenal sebagai ketua OSIS nan baik dan lembut, namun berubah lantaran tekanan nan dia alami.

Setelah teman-temannya satu per satu menjadi korban, Putih tidak lagi sama dan mulai menunjukkan sisi nan berbeda.

  • Emosi negatif nan mendominasi

Perasaan seperti takut, trauma, dan kemungkinan dendam memengaruhi tindakan para tokoh.

Rangkaian pembunuhan nan terjadi menunjukkan bahwa pelaku didorong oleh emosi gelap nan kuat.

  • Pesan tentang sisi gelap manusia

Novel ini menekankan bahwa setiap orang mempunyai sisi gelap dalam dirinya.

Kutipan tentang “manusia bertopeng” menggambarkan bahwa orang di sekitar kita bisa saja menyembunyikan jati diri nan sebenarnya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Putih: Girl in The Dark

Pros dan Cons

Pros & Cons

Pros

  • Alur penuh misteri
  • Nuansa thriller
  • Membuat emosi pembaca kombinasi aduk
  • Bahasa ringan
  • Plot twist nggak mudah ditebak

Cons

  • Tempo cerita nggak konsisten
  • Beberapa bagian terasa terlalu cepat
  • Plot hole
  • Ending kurang memuaskan

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buku:

Kelebihan Buku Putih: Girl in The Dark

  • Misteri nan langsung “narik kerah” pembaca

Sejak awal cerita, novel ini langsung melempar pembaca ke tragedi misterius di SMA Cakrawala. Setelah itu, rangkaian pembunuhan mulai bermunculan dan membikin rasa penasaran terus naik di stiap bab.

Alurnya terasa cepat, tetapi tetap rapi untuk diikuti. Efeknya seperti masuk lorong gelap nan bikin deg-degan, tetapi malah susah berakhir melangkah sampai akhir cerita.

  • Atmosfer kelam nan bikin tegang

Nuansa thriller dalma novel ini terasa kuat dan konsisten. Itsfiyawn sukses membangun suasana mencekam nan membikin pembaca ikut merasa waspada terhadap setipa kejadian dan karakter nan muncul.

Bukan hanya menegangkan, novel ini juga menyisipkan momen emosional nan bikin cerita terasa lebih hidup. Jadi, emosinya nggak hanya takut, tetapi juga ikut sedih dan tersentuh.

  • Ringan dibaca, susah dilepas

Bahasa nan digunakan terasa ringan dan mudah dipahami, sehingga nyaman dibaca oleh pembaca remaja maupun pemula nan baru ingi mencoba aliran thriller.

Meski bahasanya santai, ceritanya tetap sukses menjaga ketegangan sampai akhir. Apalagi bagian plot twistnya sukses bikin pembaca berakhir sejenak sembari mikir, “Lho… rupanya selama ini saya dibohongi cerita?”

Kekurangan Buku Putih: Girl in The Dark

  • Tempo cerita kadang naik turun

Di beberapa bagian, cerita terasa melangkah sangat cepat, sampai pembaca belum sempat betul-betul menyerap situasinya. Baru mulai penasaran, cerita sudah beranjak ke bentrok alias kejadian lain.

Namun di sisi lain, ada juga bagian nan terasa sedikit lambat. Perubahan tempo ini mungkin membikin pengalaman membaca terasa kurang stabil bagi sebagian pembaca.

  • Ada misteri nan terasa “kurang digali”

Novel ini punya banyak komponen menarik, tetapi beberapa bagian krusial terasa kurang dijelaskan secara mendalam. Padahal, jika detail-detail tersebut diperluas, atmosfer dan emosinya bisa terasa lebih kuat lagi.

Akibatnya, ada kemungkinan beberapa pembaca merasa tetap punya pertanyaan nan belum betul-betul terjawab setelah selesai membaca.

  • Thriller nan nggak ramah untuk semua pembaca

Nuansa gelap dan tegang dalam novel ini memang menjadi daya tarik utama. Namun lantaran itulah, ceritanya mungkin terasa terlalu intens untuk pembaca nan kurang nyaman dengan tema pembunuhan alias suasana mencekam.

Beberapa adegannya juga cukup menyeramkan dan bikin tidak nyaman. Jadi, novel ini lebih cocok untuk Grameds nan memang suka cerita thriller penuh misteri dan ketegangan.

Kesimpulan

Pada akhirnya, Putih:Girl In the Dark bukan hanya menghadirkan cerita pembunuhan nan penuh teka-teki, tetapi juga membawa pembaca masuk ke sisi gelap manusia nan perlahan retak lantaran tekanan, rasa takut, dan rahasia nan disimpan terlalu lama.

Meski tempo ceritanya kadang naik turun, novel karya itsfiyawn ini tetap sukses menjaga rasa penasaran sampai akhir. Atmosfer kelam, ketegangan nan konsisten, dan plot twist-nya membikin pengalaman membaca terasa seperti melangkah di lorong sekolah nan lampunya berkedip pelan: bikin nggak nyaman, tetapi juga susah untuk berakhir melangkah.

Kalau Grameds suka thriller remaja dengan nuansa misterius dan emosional, novel ini layak masuk daftar bacaanmu. Namun siap-siap lantaran setelah laman terkakhir ditutup, rasa curiganya mungkin belum betul-betul ikut pergi.

Rekomendasi Buku Terkait

  1. Forever Monday

    Forever Monday

button cek gramedia com

Ingga akhirnya mendapatkan hari Senin sebagai hari spesial untuk menjadi pacar Eras, seorang playboy nan mempunyai banyak pacar dan membagi satu wanita untuk setiap hari dalam seminggu. Meski hubungan itu terasa aneh, Ingga tetap menjalaninya lantaran dia mencintai Eras. Kehidupan Ingga mulai berubah saat dia berjumpa Kale, laki-laki tampan lain nan juga dikenal sebagai playboy. Kale membawa warna baru dalam hidup Ingga nan sebelumnya terasa suram. Ia mengajarkan Ingga langkah bersenang-senang, menikmati hidup, dan belajar mencintai dirinya sendiri. Kehadiran Kale membikin hati Ingga goyah, tetapi Ingga tetap susah melepaskan Eras. Di tengah hubungan rumit itu, terungkap bahwa Eras dan Kale pernah berkawan dekat, namun sekarang terpisah oleh dendam lama nan berpotensi menghancurkan hidup mereka semua.

  1. Harapan Dari Tempat Paling Jauh

 Harapan dari Tempat Paling Jauh

button cek gramedia com

Vanka menjalani hidupnya hanya demi sang ibu. Ia berupaya keras menjadi siswa berprestasi dan konsentrasi pada pendidikan agar ibunya mau menerima keberadaannya sebagai anak di luar nikah. Karena ambisi itu, Vanka tumbuh menjadi sosok penyendiri di sekolah. Dalam perjalanannya, dia kudu berurusan dengan Oliver, siswa terkenal nan terlihat arogan tetapi sebenarnya menyimpan banyak ketakutan. Di sisi lain, Oliver juga hidup demi kakeknya. Ia menjadi tokoh terkenal dan berupaya terlihat normal demi menyenangkan sang kakek. Pertemuan Vanka dan Oliver diawali dengan rasa tidak suka dan dendam, tetapi seiring waktu hubungan mereka berubah menjadi persahabatan. Mereka saling berjuntai dan bersama-sama mencari angan untuk memperkuat dari luka dan gelapnya kehidupan masing-masing.

  1. Represi

 Represi

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Pada awalnya, hidup Anna tampak melangkah normal. Ia memang tidak terlalu dekat dengan ayahnya, tetapi tetap mempunyai ibu nan peduli serta sahabat-sahabat setia nan selalu menemani sejak masa SMA. Sahabat-sahabatnya mengenal Anna dengan baik dan selalu ada untuknya. Namun, perlahan keadaan mulai berubah. Anna mulai menjauh dari teman-temannya tanpa argumen jelas. Hubungannya dengan sang ibu juga semakin buruk. Sosok Anna nan dulu dikenal ceria dan dekat dengan orang-orang terdekatnya berubah menjadi pribadi nan asing. Tidak ada nan betul-betul mengetahui luka dan beban nan dia simpan selama ini. Hingga pada akhirnya, Anna memutuskan mengakhiri hidupnya, meninggalkan pertanyaan besar dan realita pahit bahwa dia selama ini memendam banyak penderitaan sendirian.

  1. Persona

 Persona

button cek gramedia com

Azura mengenal Altair, siswa baru blasteran Jepang nan mempunyai pesona berbeda dan kesulitan menyebut huruf L pada namanya sendiri. Kehadiran Altair membikin hidup Azura nan acak-acakan perlahan terasa lebih baik. Perasaan Azura nan sebelumnya tertuju pada Kak Nara pun mulai memudar lantaran dia semakin dekat dengan Altair. Namun, saat Azura mulai jatuh cinta, Altair tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Tidak hanya kehilangan Altair, Azura juga kudu menghadapi realita bahwa keluarganya menyimpan banyak rahasia nan mulai terungkap satu per satu. Dalam masa susah itu, Kak Nara menjadi tempat Azura bersandar. Ketika hidupnya mulai kembali tenang, Altair justru datang lagi. Kehadirannya membikin Azura kudu memilih antara cinta lamanya kepada Altair alias kenyamanan nan dia temukan berbareng Kak Nara. Namanya Altair, seperti salah satu bintang terang di rasi Aquila nan membentuk segitiga musim panas. Azura mengenalnya di sekolah sebagai siswa baru blasteran Jepang nan

  1. Tukar Takdir

Tukar Takdir

button cek gramedia com

Tukar Takdir berisi dua belas kisah berbeda tentang nasib, ketakutan, dan pilihan hidup nan mungkin pernah dialami siapa saja. Setiap cerita menghadirkan bentrok unik, mulai dari kemauan mengulang waktu untuk memperbaiki kesalahan, rasa terjebak dalam hidup nan tidak diinginkan, ketidakejujuran nan dianggap jalan keluar, hingga luka lantaran kehilangan orang tercinta. Ada juga cerita tentang cinta nan menyakitkan, iri hati, misteri, dan kematian nan penuh teka-teki. Melalui beragam perspektif pandang, kitab ini menggambarkan bahwa takdir tidak selalu bisa ditebak, dan setiap manusia mempunyai ketakutan serta perjuangan masing-masing dalam menjalani hidup.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia