Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya – Halo, Grameds! Pernah nggak sih merasa sudah berjuang dan berambisi begitu besar kepada seseorang, tetapi pada akhirnya kudu menerima realita bahwa dia bukan orang nan ditakdirkan untuk berbareng kita? Situasi seperti ini tentu nggak mudah, apalagi jika emosi nan dimiliki sudah begitu dalam.
Melalui kitab Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya, Ihza Mahendra membujuk pembaca memandang patah hati dari perspektif pandang nan berbeda.
Yuk, Grameds, simak tulisan ini untuk mengetahui review lengkapnya!
Sinopsis Buku Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya?


Buku setebal 162 laman ini berisi beragam tulisan nan membujuk pembaca untuk menghadapi patah hati dengan langkah nan lebih baik, ialah dengan kembali mendekat kepada Allah. Melalui setiap pembahasannya, Ihza Mahendra mengingatkan bahwa tidak semua orang nan datang dalam hidup kita memang ditakdirkan untuk berbareng selamanya.
Salah satu bagian nan menarik ada pada subjudul “Mengejarnya dari Langit”. Dalam bagian ini, penulis membujuk anak muda untuk meninggalkan hubungan nan tidak legal dan mulai memperjuangkan cinta melalui langkah nan diridai Allah. Pesan nan disampaikan cukup sederhana, ialah jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar manusia sampai lupa kepada Sang Pencipta.
Selain membahas soal cinta dan patah hati, kitab ini juga mengingatkan bahwa setiap orang mempunyai masa lampau dan pernah melakukan kesalahan. Karena itu, kita tidak boleh merasa terlambat untuk berubah, memperbaiki diri, dan meminta maaf kepada Allah. Dengan bahasa nan ringan dan mudah dipahami, kitab ini menjadi kawan refleksi bagi siapa saja nan sedang belajar tulus dan menjadi pribadi nan lebih baik.
Tentang Penulis Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya?
Muhammad Airlangga Ihza Mahendra kelahiran Samarinda, 14 Agustus 2000, nan kerap disapa Ija, Iza, alias Angga merupakan seorang polisi sekaligus konten pembuat di bagian self improvement islami. Ia aktif membagikan konten berupa tulisan dan video di media sosialnya seperti IG dan TikTok.
Dulu Ija hanya membikin kutipan-kutipan pendek hingga akhirnya terwujud menjadi sebuah kitab nan dia minta dengan adanya kitab ini dapat membantu banyak orang melalui sebuah perjalanan hidup nan dialaminya sendiri. Ia percaya dengan menulis buku, banyak orang nan bakal terbantu dan sembuh di luar sana, lantaran dia tidak bisa menyembuhkan secara langsung satu per satu.
Buku Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya? merupakan kitab pertamanya di Gradien Mediatama. Jika Anda mau menemukan Ija lebih dekat, Anda bisa mampir ke akun Instagram: @airlangga.u dan TikTok: @ihzamhndra, siapa tahu Anda sekota dan dapat berjumpa dengannya nanti!
Proses Move On nan Tidak Instan
Salah satu perihal nan paling menarik dari kitab Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya adalah gimana penulis menggambarkan proses move on nan realistis. Buku ini menunjukkan bahwa melupakan seseorang bukanlah perihal nan mudah dan nggak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Melalui pengalaman pribadinya, Ihza Mahendra menceritakan gimana seseorang bisa merasakan jatuh cinta, kehilangan, hingga terpuruk lantaran patah hati. Namun, kitab ini juga mengingatkan bahwa setiap luka pasti bisa sembuh jika kita mau menjalani prosesnya dengan sabar. Nggak ada jalan pintas untuk move on, tetapi selalu ada kesempatan untuk bangkit dan melanjutkan hidup.
Menjadikan Patah Hati sebagai Titik Perbaikan Diri
Banyak orang menganggap patah hati sebagai pengalaman nan menyakitkan dan mau segera melupakannya. Namun, melalui kitab ini, Ihza Mahendra membujuk pembaca memandang patah hati dari perspektif pandang nan berbeda.
Alih-alih terus terjebak dalam kesedihan, dia membujuk pembaca menjadikan rasa kehilangan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Ketika hubungan nan diharapkan tidak melangkah sesuai keinginan, bukan berfaedah hidup ikut berakhir.
Sebaliknya, momen tersebut bisa menjadi waktu nan tepat untuk konsentrasi pada pengembangan diri, memperbaiki hubungan dengan keluarga, mengejar impian, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Bagi Grameds nan sedang berada di fase susah setelah kehilangan seseorang, bagian ini memberikan pengingat bahwa setiap peristiwa nan terjadi dalam hidup pasti membawa pelajaran. Terkadang, seseorang nan pergi bukan datang untuk menetap, melainkan untuk mengajarkan kita gimana menjadi pribadi nan lebih baik di masa depan.
Perspektif Cinta dalam Islam
Berbeda dengan buku-buku motivasi patah hati pada umumnya, Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya membahas cinta dari perspektif pandang Islam. Penulis tidak hanya berbincang tentang rasa suka alias kehilangan, tetapi juga membujuk pembaca memahami gimana semestinya cinta ditempatkan dalam kehidupan seorang muslim.
Melalui beragam nasihat dan pengingat, kitab ini menjelaskan bahwa cinta kepada manusia tidak boleh membikin seseorang melupakan cinta kepada Allah. Sering kali seseorang terlalu sibuk mengejar perhatian orang nan dicintai hingga lupa memperbaiki hubungannya dengan Sang Pencipta. Karena itulah, penulis membujuk pembaca untuk menjadikan Allah sebagai tujuan utama sebelum berambisi mendapatkan cinta dari manusia.
Pesan ini terasa kuat terutama pada bagian nan membahas proses hijrah dan upaya memperjuangkan cinta melalui jalan nan halal. Bagi Grameds nan sedang belajar memperbaiki diri dan mau memahami makna cinta nan lebih sehat menurut aliran Islam, bagian ini menjadi salah satu pembahasan nan paling menarik dalam kitab tersebut.
Perjalanan Hijrah nan Relatable untuk Anak Muda
Salah satu argumen kitab Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya terasa dekat dengan pembacanya adalah lantaran penulis membagikan perjalanan hijrahnya dengan langkah nan sederhana dan mudah dipahami. Buku ini tidak berisi pidato alias nasihat nan terasa menggurui, melainkan pengalaman nan banyak dialami oleh anak muda saat ini.
Ihza Mahendra menceritakan gimana dirinya pernah berada di fase mengejar cinta nan salah, mengalami patah hati, hingga akhirnya menemukan jalan untuk lebih mendekat kepada Allah. Proses perubahan tersebut tidak digambarkan sebagai sesuatu nan instan, melainkan penuh perjuangan dan pembelajaran.
Kumpulan Kutipan nan Penuh Makna
Selain menghadirkan narasi nan ringan, kitab ini juga dipenuhi dengan beragam quote reflektif nan dapat membikin pembaca merenung. Gaya penulisan seperti ini menjadi salah satu daya tarik utama lantaran pesan nan mau disampaikan terasa lebih singkat, tetapi tetap mengena.
Banyak quote dalam kitab ini membahas tentang cinta, kehilangan, ikhlas, hingga pentingnya memperbaiki hubungan dengan Allah. Kutipan-kutipan tersebut juga cocok dijadikan pengingat ketika sedang berada di masa susah alias kehilangan semangat.
Mengingatkan bahwa Cinta Terbesar adalah kepada Allah
Di kembali pembahasannya tentang patah hati dan kehilangan, kitab Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya sebenarnya membawa pesan nan lebih besar, ialah pentingnya menempatkan Allah sebagai pusat dari segala corak cinta.
Sering kali seseorang merasa hidupnya hancur ketika kehilangan orang nan dicintai. Namun, kitab ini membujuk pembaca untuk menyadari bahwa kebahagiaan tidak semestinya berjuntai sepenuhnya pada manusia.
Ketika hubungan dengan Allah terjaga, seseorang bakal lebih mudah menghadapi beragam ujian, termasuk kehilangan dan kekecewaan.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya?
Pros & Cons
Pros
- Bahasa ringan dan mudah dipahami.
- Membahas patah hati dari perspektif Islami.
- Banyak quote nan relatable.
- Memberikan motivasi untuk bangkit dan move on.
- Cocok untuk pembaca nan sedang berhijrah.
Cons
- Beberapa pesan terasa berulang.
- Lebih cocok untuk pembaca Muslim.
- Tidak banyak cerita nan mendalam.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buku.
Kelebihan Buku Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya?
- Bahasa nan ringan dan mudah dipahami
Salah satu kelebihan kitab ini adalah style bahasanya nan sederhana dan nggak rumit. Ihza menyampaikan beragam pesan tentang cinta, patah hati, dan hijrah dengan langkah nan santuy sehingga mudah dipahami oleh pembaca, terutama anak muda.
- Membahas patah hati dari perspektif pandang Islami
Berbeda dengan banyak kitab motivasi lainnya, Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya membujuk pembaca memandang patah hati sebagai kesempatan untuk lebih mendekat kepada Allah.
Pesan-pesan nan disampaikan membikin pembaca tidak hanya konsentrasi pada rasa kehilangan, tetapi juga pada proses memperbaiki diri.
- Banyak quote nan relatable
Buku ini dipenuhi dengan quote dan refleksi singkat nan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Banyak pembaca mungkin bakal merasa bahwa isi kitab ini menggambarkan apa nan sedang mereka rasakan, terutama saat menghadapi kekecewaan dalam hubungan.
- Memberikan motivasi untuk bangkit
Nggak hanya membahas kesedihan, kitab ini juga membujuk pembaca untuk memandang bahwa setiap perpisahan mempunyai hikmah. Ihza memberikan banyak pengingat agar pembaca tidak terus terjebak dalam masa lampau dan mulai konsentrasi membangun masa depan nan lebih baik.
- Cocok untuk pembaca nan sedang dalam proses hijrah
Buku ini nggak hanya membahas soal cinta, tetapi juga perjalanan memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu, kitab ini bisa menjadi kawan refleksi bagi pembaca nan sedang belajar meninggalkan kebiasaan jelek dan berupaya menjadi pribadi nan lebih baik.
- Ditulis berasas pengalaman nan terasa nyata
Pesan-pesan dalam kitab ini terasa lebih dekat lantaran berasal dari pengalaman dan perjalanan hidup penulis sendiri. Hal ini membikin isi kitab terasa lebih tulus dan nggak sekadar berisi teori alias nasihat semata.
- Membantu pembaca memandang perpisahan dari perspektif pandang nan lebih positif
Alih-alih membujuk pembaca terus meratapi kehilangan, kitab ini mengingatkan bahwa setiap perpisahan bisa menjadi awal dari pertumbuhan diri. Perspektif ini membikin pembaca lebih mudah menerima keadaan dan belajar ikhlas.
Kekurangan Buku Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya?
- Pembahasannya lebih cocok untuk pembaca Muslim
Karena banyak menggunakan perspektif Islam serta disertai ayat dan nilai-nilai keagamaan, kitab ini mungkin bakal lebih mudah dinikmati oleh pembaca Muslim dibandingkan pembaca dari latar belakang nan berbeda.
- Beberapa pesan terasa berulang
Ada beberapa bagian nan menyampaikan pesan serupa tentang ikhlas, move on, dan mendekat kepada Allah.
Bagi sebagian pembaca, pengulangan ini mungkin terasa sedikit monoton meskipun tujuannya untuk memperkuat pesan utama buku.
- Tidak terlalu banyak cerita alias ilustrasi kasus
Buku ini lebih banyak berisi refleksi, nasihat, dan quote dibandingkan cerita nan detail. Oleh lantaran itu, pembaca nan lebih menyukai alur cerita alias kisah nan panjang mungkin merasa pembahasannya kurang mendalam pada beberapa bagian.
- Fokus pada tema cinta dan hijrah
Karena pembahasannya sangat berfokus pada cinta, patah hati, dan proses hijrah, pembaca nan mencari topik pengembangan diri nan lebih luas mungkin bakal merasa isi kitab ini cukup spesifik pada satu tema tertentu.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Gimana Kalau Ternyata Bukan Dia Orangnya merupakan kitab self-improvement Islami nan cocok untuk dibaca oleh siapa saja nan sedang menghadapi patah hati, kehilangan, alias kekecewaan dalam hubungan.
Melalui pengalaman pribadi dan beragam refleksi nan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Ihza Mahendra mengingatkan bahwa nggak semua orang nan datang dalam hidup kita memang ditakdirkan untuk menetap.
Penulis: Yulian Dwi Nugroho
Rekomendasi Buku Terkait
Laiqa: The Special Boy – Husain Suitaatmadja


Terlahir sebagai anak spesial, Aubin berupaya maksimal terhadap semua potensi nan dia punya. Berbisnis sedari muda, hingga dia menemukan passion-nya; berkarier sebagai pekerja sosial. Bagaimana Aubin meyakinkan lingkungan sekitarnya bahwa ketidaknormalannya justru membikin dia spesial?
Laiqa: Wedding Agreement – Mia Chuz


Tak lama setelah pernikahannya, Tari disodori lembaran kertas oleh Bian, suaminya.
“Apa ini?”
“Kesepakatan pernikahan selama kita menikah.”
“Aku tetap belum mengerti.”
“Sejak awal saya memang berencana untuk berpisah setelah satu tahun menikah. Mungkin Anda belum tahu jika saya sudah bertukar cincin sebelumnya.”
Tari menatap suaminya dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin dia menikahi laki-laki seperti itu? Suaminya berencana menikah dengan wanita lain setelah menceraikannya. Ia hanya punya waktu satu tahun untuk menjalani pernikahan ini. Apakah ada nan lebih jelek daripada itu?
Laiqa: Kresek Hitam – Honey Dee


Maera pikir, masuk pondok rehabilitasi merupakan balasan terbaik atas pelunasan dosa-dosa masa lalunya. Ternyata, balasan nan sesungguhnya didapat setelah dia keluar dari sana. Dia kehilangan kerabat dan teman, di-DO dari kampus, dan nan jauh lebih buruk, tak lagi dipercaya kedua orangtuanya. Ketika Maera berupaya menata ulang kehidupannya, orang-orang nan dia minta bisa menolong malah berbalik menghancurkannya. Apakah beban nan terlampau berat ini bisa dihadapi Maera di usianya nan baru sembilan belas? Haruskah hidupnya berhujung ibaratkan kresek hitam nan bakal disingkirkan oleh keluarganya?
Laiqa: Lari Dari Pesantren – Andri Saptono


Apa kalian tidak jenuh terus-terusan dikurung di Pondok Al-Ikhlas ini? Mau begini tidak boleh! Mau begitu tidak boleh! Ustaznya galak! Pelajarannya bikin ngantuk. Sudah begitu makanannya itu-itu saja! Menunya membosankan semua! Kalian kudu cari pengalaman di luar. Lihat kehidupan di luar tembok pondok! Kalian tetap muda! Lihat tuh di luar anak-anak bermain sebebas-bebasnya. Pergi ke mana mereka suka. Apa kalian tidak iri? Albar dan Ilyas lari dari tempat mereka menimba ilmu. Rencananya hanya satu hari. Tapi, tak disangka menjadi nyaris satu bulan! Banyak peristiwa di luar dugaan nan mereka temukan. Seperti apa Albar dan Ilyas menghadapi realita di luar sana?
Laiqa: Runway to Heaven – Hengki Kumayandi


Dari waktu ke waktu, saya tak pernah menemukan makna kebahagiaan. Selalu berlari secepat angin dari masalah satu ke masalah lainnya. Namaku Tama Janowitz. Karena bentrok di tanah kelahiran, saya dan adikku Alicia kudu pergi ke sebuah negeri nan tak pernah kami tahu sebelumnya. Petualangan demi petualangan kami dapatkan. Bahkan saya sampai masuk ke penjara dan terpisah dari adikku tersayang, Alicia. Semua nan kulakukan hanya satu. Menemukan Alicia, meyakinkannya bahwa saya kakaknya, dan menjaganya seumur hidup. Sehingga, suatu saat nanti, aku, Alicia, dan Mama bisa berkumpul di surga-Nya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·