Residu Kimia pada Sabun Cuci Piring Kian Jadi Perhatian Konsumen

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Residu Kimia pada Sabun Cuci Piring Kian Jadi Perhatian Konsumen Kilau Nipis menggelar kampanye berjudul “Piring Bersih Alami, Bukan Kimiawi” dalam arena Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026. Melalui kampanye ini, perusahaan membujuk masyarakat lebih jeli memilih sabun cuci piring nan tidak hanya efektif membersihkan, t(Dok. Kilau Nipis)

KESADARAN masyarakat terhadap keamanan produk rumah tangga nan digunakan sehari-hari terus meningkat, termasuk dalam memilih sabun cuci piring. Selain keahlian membersihkan lemak dan bau, konsumen sekarang semakin memperhatikan potensi residu kimia nan dapat tertinggal pada peralatan makan maupun dampaknya terhadap kesehatan kulit.

Melihat tren tersebut, Kilau Nipis menggelar kampanye berjudul “Piring Bersih Alami, Bukan Kimiawi” dalam arena Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026. Melalui kampanye ini, perusahaan membujuk masyarakat lebih jeli memilih sabun cuci piring nan tidak hanya efektif membersihkan, tetapi juga kondusif digunakan sehari-hari.

Senior Brand Manager Kilau Nipis, Bondan Abdul Malik, mengatakan kebutuhan konsumen terhadap produk rumah tangga terus berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan kualitas hidup keluarga.

"Kami memandang semakin banyak family Indonesia nan mengeluhkan kulit tangan teriritasi akibat terpapar dengan unsur kimia rawan dalam sabun cuci piring setiap hari, serta aroma sabun nan tertinggal setelah piring sudah dibilas. Keduanya dapat menandakan sabun cuci piring nan digunakan mengandung bahan kimia," ujar Bondan dalam aktivitas di anjungan Kilau Nipis, Jakarta Fair Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/6).

Menurut dia, Kilau Nipis menghadirkan penemuan sabun cuci piring berbahan tumbuhan nan diklaim berbeda dengan sejumlah produk nan tetap menggunakan unsur aktif berbasis minyak bumi. Formula tersebut dirancang untuk membantu menghilangkan lemak dan aroma amis tanpa meninggalkan residu kimia pada peralatan makan.

Produk tersebut juga diklaim berstandar food grade, telah memperoleh sertifikasi USDA Biobased Product, serta lolos uji dermatologi sehingga kondusif digunakan pada kulit tangan.

"Bagi kami, kebersihan bukan hanya soal piring nan tampak bersih, tetapi juga memastikan peralatan makan family bebas dari residu kimia nan dapat mengurangi kenyamanan saat digunakan kembali. Melalui kehadiran Kilau Nipis di JFK 2026, kami mau membujuk masyarakat merasakan langsung pengalaman mencuci piring nan lebih bersih, segar, dan kondusif tanpa residu kimia," lanjut Bondan.

Selain memperkenalkan produk, Kilau Nipis juga menghadirkan beragam aktivitas interaktif bagi pengunjung. Salah satunya adalah tantangan Adu Kilau Piring Raksasa, nan membujuk peserta membersihkan piring berukuran jumbo menggunakan produk Kilau Nipis.

Pengunjung juga dapat mencoba produk secara langsung, mengikuti permainan berhadiah, hingga berpotret berbareng Nikita Willy. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai faedah produk sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih sabun cuci piring nan kondusif bagi keluarga.

Mengusung konsep nan terinspirasi dari kesegaran jeruk nipis, anjungan Kilau Nipis tampil dengan kekuasaan warna hijau dan biru serta dilengkapi beragam instalasi imajinatif nan menarik perhatian visitor Jakarta Fair tahun ini.

Bondan menegaskan pihaknya mau menghadirkan solusi kebersihan rumah tangga nan tidak hanya efektif, tetapi juga lebih kondusif dan ramah lingkungan.

"Kami percaya bahwa produk rumah tangga nan baik kudu memberikan faedah nan dapat dirasakan langsung oleh keluarga. Kilau Nipis menjadi solusi nan lebih kondusif dan ramah lingkungan untuk kebutuhan family masa kini. Kami mau penemuan bahan alami ini datang bagi konsumen terutama melalui kehadiran Kilau Nipis di JFK 2026," tutur Bondan.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Kilau Nipis menghadirkan Brand Ambassador Nikita Willy nan menyapa langsung visitor Jakarta Fair. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri dan mengundang antusiasme visitor untuk mengikuti beragam aktivitas nan diselenggarakan di anjungan Kilau Nipis.

Nikita mengaku semakin selektif dalam memilih produk rumah tangga sejak menjadi ibu, termasuk produk nan digunakan untuk membersihkan peralatan makan keluarga.

"Sebagai ibu, saya semakin memperhatikan produk nan digunakan di rumah, termasuk sabun cuci piring. Bagi saya, produk nan baik bukan hanya bisa membersihkan dengan maksimal, tetapi juga membikin saya merasa tenang saat produk tersebut digunakan untuk mencuci peralatan makan keluarga. Saya menyukai Kilau Nipis lantaran selain dapat membersihkan lemak dan aroma amis dengan baik serta mempunyai aroma jeruk nipis nan segar, nan paling penting, Kilau Nipis kondusif lantaran bebas residu kimia untuk digunakan sehari-hari. Saya senang bisa menjadi bagian dari kampanye ‘Piring Bersih Alami, Bukan Kimiawi’ nan membujuk family Indonesia lebih peduli terhadap produk nan digunakan di rumah," pungkas Nikita. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia