
Rencana merger BUMN Karya nan sebelumnya ditargetkan pada pertengahan tahun ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Kepala Badan Pengatur BUMN Dony Oskaria mengungkapkan rencana merger BUMN Karya nan sebelumnya ditargetkan pada pertengahan tahun ini dipastikan diundur ke kuartal IV-2026. Hal tersebut lantaran tetap ada proses restrukturisasi nan saat ini tetap dilakukan untuk beberapa perusahaan pelat merah di sektor karya.
Namun, Dony optimistis merger tersebut dapat terlaksana pada akhir tahun ini.
“Yang tertunda itu di BUMN Karya, awalnya kan Juni ya. Kemungkinan kelak bakal digeser menjadi di kuartal keempat. Karena tetap banyak restrukturisasi nan kudu diselesaikan,” ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf mengatakan saat ini pihaknya tetap bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membahas proses holdingisasi, pembubaran, merger, hingga pembentukan BUMN, termasuk nasib perusahaan pelat merah di sektor karya.
“Memang proses merger, holdingisasi, pembubaran, hingga pembentukan BUMN itu ada di kami tepatnya (BP BUMN). Sedang kami kaji gimana merger golongan BUMN Karya,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, 19/11/2025.
BUMN Karya nan rencananya bakal dilebur antara lain PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk alias WIKA, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk alias PTPP.
Dalam skema nan disusun Kementerian BUMN, Waskita Karya bakal dilebur ke Hutama Karya, Nindya Karya dan Brantas Abipraya dilebur ke Adhi Karya, lampau Wijaya Karya namalain WIKA bakal dilebur ke PTPP.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan buletin ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·