Rencana Jadwal Perjalanan Haji 2027, Jemaah Masuk Asrama 10 April

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan rencana perjalanan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Jadwal perjalanan itu diharap menjadi referensi bagi penyelenggara dan pihak terkait.

Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan rencana perjalanan haji menjadi salah satu instrumen krusial untuk memastikan setiap tahapan penyelenggaraan dipersiapkan secara terencana dan terkoordinasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyelenggaraan haji merupakan kerja besar nan memerlukan kesiapan sejak jauh hari. Jadwal perjalanan ini menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk menyelaraskan perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jemaah, sehingga setiap tahapan dapat melangkah tertib," kata Teguh dikutip dari website Kemenhaj, Jumat (23/10).

Rencana perjalanan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 tentang Rencana Perjalanan Haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi, nan ditetapkan di Jakarta pada 29 September 2026.

Berdasarkan keputusan itu, jemaah haji mulai masuk pondok pada 10 April 2027. Pemberangkatan gelombang pertama dari Tanah Air menuju Madinah dimulai pada 11 April 2027, sedangkan gelombang kedua menuju Jeddah dimulai pada 26 April 2027.

Masa operasional pemberangkatan berjalan selama 30 hari, dengan masing-masing gelombang berjalan selama 15 hari.

Pemberangkatan gelombang pertama dari Tanah Air menuju Madinah berhujung pada 25 April 2027, sementara gelombang kedua menuju Jeddah berhujung pada 10 Mei 2027.

Jemaah dijadwalkan mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah pada 14 Mei 2027. Wukuf di Arafah berjalan pada 15 Mei 2027, disusul Iduladha pada 16 Mei 2027 serta hari-hari Tasyrik pada 17-19 Mei 2027.

Untuk pemulangan, gelombang pertama dari Makkah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Tanah Air dimulai pada 21 Mei 2027.

Sementara itu, pemulangan gelombang kedua dari Madinah melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz dimulai pada 5 Juni 2027.

Masa operasional pemulangan berjalan selama 30 hari, masing-masing 15 hari untuk setiap gelombang.

Kedatangan jemaah gelombang pertama di Indonesia dijadwalkan mulai 21 Mei dan berhujung pada 4 Juni 2027. Adapun kehadiran jemaah gelombang kedua dimulai pada 5 Juni dan berhujung pada 20 Juni 2027.

Keputusan tersebut juga menetapkan rata-rata masa tinggal jemaah haji di Arab Saudi selama 38-40 hari.

Penyusunan agenda merujuk pada almanak Ummul Quro Arab Saudi dan mencakup almanak kegiatan, masa operasional pemberangkatan dan pemulangan, serta rata-rata masa tinggal jemaah.

Teguh menegaskan, kepastian agenda perlu diikuti kesiapan operasional di seluruh tahapan penyelenggaraan.

Koordinasi antarsatuan kerja dan pihak mengenai menjadi bagian krusial agar pergerakan jemaah, jasa di embarkasi, serta proses keberangkatan dan kepulangan dapat dipersiapkan secara terpadu.

"Yang perlu dipastikan bukan hanya jadwalnya tersedia, tetapi seluruh unsur penyelenggara memahami tahapan dan tanggung jawabnya. Setiap proses kudu dipersiapkan dengan jeli lantaran menyangkut perjalanan ibadah dan keselamatan jemaah," ujarnya.

Rencana perjalanan haji itu menjadi pedoman bagi unit kerja di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah serta pihak mengenai dalam merencanakan dan melaksanakan mobilisasi jemaah haji 1448 H/2027 M.

Jika terdapat perubahan penetapan tanggal Hijriah dan/atau agenda penyelenggaraan ibadah haji oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi nan memengaruhi rencana perjalanan, penyesuaian dilakukan sesuai ketentuan dalam keputusan tersebut.

(yoa/fra)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑