Petenis remaja Rusia Mirra Andreeva mencetak sejarah di Roland Garros setelah mengalahkan petenis kualifikasi Maja Chwalinska di babak final.(Roland Garros)
PETENIS remaja asal Rusia, Mirra Andreeva, tampil sangat meyakinkan di Lapangan Philippe-Chatrier untuk menumbangkan petenis kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, di babak final tunggal putri. Andreeva sukses menyabet gelar juara setelah menang mudah dua set langsung, 6-3 dan 6-2.
Diunggulkan di posisi kedelapan pada Roland Garros, Andreeva tampil dominan dan hanya kehilangan satu set sepanjang turnamen berlangsung. Petenis berumur 19 tahun tersebut melanjutkan performa luar biasanya pada Sabtu sore sekaligus mengakhiri kisah dongeng Chwalinska di laga puncak.
Dalam pertandingan tersebut, Andreeva mencetak 25 kemenangan dan sukses mengonversi tujuh dari 12 kesempatan break-point. Kemenangan ini mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, sekaligus menjadikannya wanita termuda nan memenangkan gelar Grand Slam sejak Emma Raducanu di US Open 2021.
"Saya sudah menonton Roland Garros di TV sejak saya tetap sangat, sangat muda, jadi memenangkan turnamen ini juga merupakan angan besar saya dan sejujurnya saya tidak percaya bahwa saya sedang memegang trofi ini sekarang," kata Andreeva saat upacara penyerahan trofi.
"Selamat untuk Maja atas tiga minggu nan luar biasa ini, melewati babak kualifikasi, memenangkan begitu banyak pertandingan, mengalahkan begitu banyak pemain hebat."
Dominasi Sejak Set Pertama
Pada awal laga, kedua pemain sempat kesulitan mempertahankan servis masing-masing, nan ditandai dengan terjadinya empat break berturut-turut. Namun, Andreeva segera mengambil alih kendali permainan. Ia mematahkan servis Chwalinska untuk ketiga kalinya pada gim ketujuh, sebelum akhirnya menutup set pertama dalam waktu 43 menit.
Sejak momen itu, jalannya pertandingan menjadi milik Andreeva sepenuhnya. Petenis Rusia ini memanfaatkan kelebihan kecermatan pukulan dari garis belakang untuk menekan lawannya. Meski sempat sedikit goyah saat melakukan servis untuk penentuan gelar, Andreeva sukses memanfaatkan poin kemenangan pertamanya guna mengunci kemenangan terbesar dalam kariernya.
Kekalahan ini menghentikan catatan luar biasa Chwalinska di Paris. Memulai perjuangan dari babak kualifikasi, dia sempat memenangkan sembilan pertandingan berturut-turut untuk menjadi pemain kualifikasi pertama nan mencapai babak final di Open Era.
"Selamat untuk Mirra, pemain nan luar biasa, sangat muda dan sangat berbakat, ini sangat menyebalkan. Selamat juga untuk tim Anda, atas pekerjaan nan luar biasa, dan semua nan terbaik untuk masa depan," ujar Chwalinska selepas pertandingan.
"Saya berambisi kita bisa memandang pertandingan nan lebih baik hari ini, tetapi Mirra terlalu bagus, jadi saya rasa itu salahnya. Saya sudah mencoba nan terbaik. Saya minta maaf. Saya tidak bakal pernah melupakan tiga minggu ini, Paris bakal selamanya ada di hati saya." (Flash Score/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·