Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Demokrat Anton Sukartono Suratto mengapresiasi langkah diplomasi pemerintah Indonesia atas kepulangan para WNI relawan Global Sumud Flotilla 2026 ke Tanah Air. Anton mengatakan pemerintah telah memberikan pendampingan dan pelindungan kepada para WNI.
"Alhamdulillah, kita patut berterima kasih bahwa sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla nan sebelumnya ditahan oleh otoritas Israel sekarang telah kembali dengan selamat ke Tanah Air. Saya mengapresiasi langkah sigap dan kerja diplomasi Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI beserta seluruh jejeran perwakilan RI, nan terus memberikan pendampingan dan pelindungan kepada para WNI sejak awal proses pembebasan hingga kepulangan mereka ke Tanah Air," kata Anton kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Anton mendukung pemerintah Indonesia terus memastikan keselamatan penduduk negara. menurutnya, pemerintah Indonesia juga terus mendorong penghentian kekerasan dan agresi militer di Gaza.
"Sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri RI, keselamatan penduduk negara merupakan prioritas utama negara, dan Indonesia bakal terus konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan serta mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui jalur diplomasi internasional," katanya.
Di sisi lain, Anton mengutuk tindakan tak manusiawi Israel terhadap para aktivis GSF. Dia mendorong segala pihak menjunjung norma humaniter internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Namun demikian, kita juga mengutuk tindakan-tindakan nan tidak mencerminkan prinsip humanisme dan penghormatan terhadap kewenangan asasi manusia nan dilakukan oleh Israel terhadap para relawan kemanusiaan. Upaya solidaritas kemanusiaan semestinya direspons dengan pendekatan nan menjunjung norma humaniter internasional dan nilai-nilai kemanusiaan universal," ujarnya.
Diketahui, relawan Global Sumud Flotilla 2026 asal Indonesia nan ditangkap Israel akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sore. Mereka disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Penangkapan terhadap sembilan WNI ini berasal saat pasukan Israel mulai mencegat sejumlah kapal support kemanusiaan GSF pada Senin (18/5) lalu. Armada kapal GSF dicegat secara berjenjang dan para relawan ditangkap Israel.
Semua relawan GSF, termasuk sembilan WNI, telah bebas pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka tiba lebih dulu di Turki menggunakan pesawat nan disewa otoritas setempat.
Foto: Menlu Sugiono saat menyambut 9 WNI nan sempat ditahan Israel. (Adrial/detikcom)
Sejumlah WNI nan ditangkap Israel melaporkan mendapat perlakuan tak manusiawi. Bahkan beberapa di antaranya mengabarkan mendapat kekerasan bentuk seperti dipukul alias disetrum.
Berikut ini daftar 9 WNI nan sempat diculik tentara Israel berasas laporan GPCI:
1. Herman Budianto Sudarson (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk.
(fca/imk)
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·