Sebagai orang tua, memastikan berat badan bayi sesuai dengan kurva pertumbuhan memang tak selamanya mudah. Bahkan, banyak ibu nan panik saat bayinya terlihat lebih "kecil" dibanding bayi lain.
Banyak juga nan bilang, bayi nan minum susu formula alias sufor biasanya lebih 'gemuk' dibanding nan minum ASI. Tapi apakah 'montok' betul-betul berfaedah sehat?
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, penelitian menunjukkan, bayi nan diberikan susu formula memang condong mengalami kenaikan berat badan lebih sigap dibandingkan bayi ASI. Itulah kenapa mereka sering terlihat lebih montok alias "berisi."
Meski begitu, badan nan "berisi" bukan satu-satunya aspek penentu tumbuh kembang bayi, Moms.
Berat Badan Bayi Bukan Satu-satunya Indikator
Menurut dr. Aisya, nan menarik dan sering luput dari perhatian adalah bahwa bayi ASI justru menunjukkan pertumbuhan lingkar kepala nan umumnya lebih baik. Lingkar kepala, dalam bumi medis anak, adalah penanda krusial perkembangan otak.
"Fungsi kognitifnya juga condong lebih optimal. Sebab, perkembangan otak tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya lemak, tetapi juga kualitas pertumbuhan tubuh secara keseluruhan," kata dr. Aisya.
Artinya, tubuh nan terlihat lebih mini belum tentu tumbuh lebih buruk, selama pertumbuhannya sesuai kurva dan perkembangannya optimal.
Ya Moms, nan dibutuhkan tubuh bayi bukan sekadar nomor berat badan. Jangan lupa, tubuh anak memerlukan protein dan massa otot nan baik. Jadi, tujuan nan dikejar semestinya bukan hanya membikin anak terlihat montok, melainkan memastikan anak tumbuh dengan baik, aktif bergerak, sehat, dan perkembangan otaknya melangkah optimal.
Bayi ASI Lebih Minim Risiko Obesitas
Bayi nan minum ASI, kata dr. Aisya, juga mempunyai keahlian mengatur rasa lapar secara alami.
Mereka lebih bisa mengenali sinyal lapar dan kenyang dari tubuhnya sendiri. Tidak seperti botol sufor nan dorongannya bisa membikin bayi terus minum meski sudah kenyang, proses menyusu langsung dari tetek melibatkan izin asupan nan lebih organik.
Dampak jangka panjangnya? Risiko obesitas di kemudian hari pun lebih rendah.
Jadi, jika bayi Anda dibilang "kurang montok" dibanding bayi lain, dr. Aisya menegaskan: tidak perlu minder.
Bayi nan sehat bukan hanya bayi nan gemuk. nan terpenting, pastikan saja si mini aktif, ceria, dan perkembangannya melangkah optimal, baik motorik, kognitif, maupun sosialnya.
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·