
Blackout Sumatera (Foto: Okezone)
JAKARTA - Proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatera pascagangguan interkoneksi dinilai mempunyai pola penanganan nan serupa dengan beragam kasus blackout besar di dunia, ialah mengutamakan stabilitas sistem melalui tahapan recovery nan dilakukan secara bertahap, hati-hati, dan terukur.
Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Abra Talattov mengatakan pengalaman beragam negara menunjukkan gangguan pada sistem interkoneksi modern dapat berkembang sangat sigap menjadi cascading failure alias pengaruh domino ketika gelombang sistem turun dan keseimbangan pasokan dengan beban terganggu.
Menurutnya, pola serupa terlihat dalam beragam kasus blackout besar di Amerika Serikat, India, Spanyol, Inggris, hingga Australia Selatan nan sama-sama dipicu gangguan transmisi maupun ketidakstabilan sistem interkoneksi.
“Dalam sistem interkoneksi besar, tantangan paling berat justru biasanya muncul saat proses recovery. Operator kudu memastikan frekuensi, tegangan, dan sinkronisasi antar pembangkit tetap stabil agar sistem nan mulai pulih tidak kembali jatuh,” ujar Abra.
Ia mencontohkan blackout Amerika Utara pada 2003 nan berkembang menjadi gangguan sistemik hingga menyebabkan lebih dari 100 pembangkit lepas dari sistem. Sementara di India pada 2012, gangguan interkoneksi meluas akibat ketidakseimbangan beban antarwilayah.
Adapun di Spanyol dan Portugal pada 2025, proses pemulihan juga dilakukan berjenjang untuk menjaga kestabilan sistem setelah lonjakan tegangan memicu pemadaman besar di Semenanjung Iberia. Pola serupa juga terjadi di Pakistan dan Turki ketika operator sistem kudu melakukan sinkronisasi pembangkit secara hati-hati untuk mencegah gangguan lanjutan saat proses penyalaan kembali jaringan listrik.
Menurut Abra, pengalaman dunia menunjukkan fase recovery sering menjadi tahapan paling kritis lantaran kesalahan sinkronisasi saat penyalaan kembali pembangkit dapat memicu gangguan susulan alias apalagi blackout kedua.
“Kalau sinkronisasi dilakukan terlalu sigap sementara sistem belum stabil, pembangkit bisa kembali trip dan memicu gangguan lanjutan. Karena itu operator biasanya sangat berhati-hati saat proses recovery,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5/2026).
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·