Rebutan Janda, Perkelahian Dua Pria di Kendal Berujung Maut

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Rebutan Janda, Perkelahian Dua Pria di Kendal Berujung Maut Ilustrasi(magnifik)

REBUTAN janda, dua orang laki-laki terlibat perkelahian di Dusun Gecos, Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, seorang diantara akhirnya tewas dengan luka barang tumpul di bagian kepala. 

Pemantauan Media Indonesia Kamis (15/10) petugas Reskrim Polres Kendal tetap melakukan penyelidikan tewasnya seorang laki-laki T (54) setelah terlibat perkelahian dengan R (50) di rumah seorang janda berinisial H (49) di Dusun Gecos, Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. 

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis mengenai tewasnya dalam perkelahian memperebutkan janda pada Rabu (14/10) malam tersebut.

"Masih kita selidiki dan dalami kasus itu," kata Kepala Polres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy Kamis (15/10). 

Menurut Ratna Quratul Ainy berasas pemeriksaan awal kasus perkelahian dua laki-laki memperebutkan janda itu, bermulai ketika R mendatangi rumah H pada Rabu (14/10) sekitar pukul 19.30 WIB di Dusun Gecos, Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, hingga 30 menit kemudian T menyusul datang ke rumah wanita tersebut.

Kedatangan T di rumah janda berumur 49 tahun itu, lanjut Ratna Quratul Ainy, kemudian memicu keributan ialah langsung menyerang R nan saat itu berada di ruang tengah rumah tersebut, hingga bersambung menjadi perkelahian antara kedua laki-laki nan tidak lagi muda, apalagi korban T diketahui membawa gunting sebagai senjata. 

Dari perkelahian dua laki-laki itu, ungkap Ratna Quratul Ainy, akhirnya T meninggal bumi tergeletak di lantai rumah, apalagi saat perkelahian itu berjalan wanita H sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan ke penduduk sekitar.

"Dugaan sementara pemicu perkelahian adalah kecemburuan, lantaran diketahui R dan H merupakan pasangan kekasih," tambahnya.

Sementara itu berasas pemeriksaan lainnya, demikian Ratna Quratul Ainy, saat ditemukan tergeletak T disebut tetap dalam keadaan sadar, apalagi korban apalagi sempat berbincang dengan H setelah perkelahian tersebut terjadi, hingga kemudian bersambung R berbareng H mengangkat tubuh T ke depan rumah.

"Saksi R selanjutnya meminta support tetangga untuk menghubungi istri korban agar datang menjemput suaminya, namun ketika istri korban tiba di letak kejadian kondisi T sudah tidak sadarkan diri, " ujar Ratna Quratul Ainy. 

Hasil autopsi terhadap korban, tutur Ratna Quratul Ainy, ditemukan luka memar akibat tumbukan barang tumpul di bagian kepala korban nan mengakibatkan pendarahan pada organ dalam, sehingga kewenangan ini menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mendalami penyebab kematian korban tersebut. (AS)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑