Realitas Mengasuh Anak Laki-laki Menurut Para Orangtua

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Realitas Mengasuh Anak Laki-laki Menurut Para Orangtua Ilustrasi(Magnific)

MEMBESARKAN anak laki-laki adalah petualangan nan dipenuhi energi, tawa, bunyi bising nan tak terduga, tetapi juga kasih sayang nan sangat dalam. Setiap anak memang unik, namun para orangtua nan pernah melewatinya sepakat ada beberapa "fakta mutlak" nan bakal dihadapi saat membesarkan anak laki-laki.

Kacau tapi penuh cinta, berikut adalah rangkuman realitas jujur dari para orangtua tentang gimana rasanya mempunyai jagoan mini di rumah.

1. Rumah nan Berisik, Kotor, dan Penuh Kompetisi

Anak laki-laki seolah terlahir dengan daya nan tidak pernah habis. Menurut para orang tua, rumah dengan anak laki-laki bakal selalu dipenuhi kompetisi, mulai dari siapa nan paling sigap sampai di meja makan hingga siapa nan memakai baju paling cepat.

"Mereka itu tangguh, suka main lumpur, dan merusak pakaian. Mereka pikir kentut dan bersendawa di depan umum itu lucu," ujar Andrea Cunnington, ibu anak laki-laki. Kebisingan, tumpukan mainan Lego nan siap tertancap di kaki bugil Anda, hingga "perang" pahlawan super di ruang tamu nan melibatkan lompatan dari sofa adalah perihal biasa.

2. Kantong Celana nan Penuh 'Harta Karun'

Satu patokan krusial bagi orangtua anak laki-laki, selalu periksa kantong celana mereka sebelum masuk ke mesin cuci. Jika tidak, Anda kudu siap menemukan mesin cuci Anda dipenuhi batu, ranting pohon, biji-bijian, hingga serangga mati. Bagi mereka, apa pun nan ada di alam terbuka adalah mainan nan berharga.

3. Urusan Toilet dan Celana nan Misterius

Masalah higienitas menjadi tantangan tersendiri. Aimee Herman, seorang ibu dari tiga anak laki-laki, mengingatkan, "Pasti bakal ada pipis nan meleset. Terlepas dari seberapa keras Anda melatih mereka, sesekali mereka bakal tetap meleset saat di toilet." Selain itu, entah mengapa, celana anak laki-laki sering kali mendadak lenyap alias dilepas begitu saja di perspektif rumah nan tak terduga.

4. Sisi Sensitif dan Pelindung nan Menggemaskan

Di kembali semua kekacauan, kedekatan emosional anak laki-laki dengan ibunya sangatlah kuat. Banyak orangtua nan terkejut dengan sungguh sensitif dan penuh kasih sayangnya mereka ketika sudah kelelahan bermain.

"Masyarakat selalu berpikir anak laki-laki hanya tahu bermain dan berisik. Padahal, mereka juga sangat sensitif, lembut, dan penuh kasih," kata Mandy Larson Merriss.

Senada dengan itu, Julissa Jewlz Narvaez menceritakan anak laki-lakinya adalah seorang laki-laki sejati sejak kecil. "Anak laki-laki adalah pelindung alami, dan saya rasa hanya ibu nan mempunyai anak laki-laki nan bisa memandang perihal itu."

Pada akhirnya, meski mereka sering membikin orangtua mau menarik rambut lantaran pusing, anak laki-laki mempunyai langkah tersendiri untuk menyembuhkan kelelahan tersebut. Di malam hari, mereka bakal mendekat, memeluk erat, dan meyakinkan Anda bahwa semua upaya keras Anda sebagai orang tua telah membuahkan hasil nan manis. (Parents/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑