Realisasi KUR Sentuh Rp 143 T, Paling Banyak Diterima Usaha Mikro

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melaporkan realisasi penyaluran angsuran upaya rakyat (KUR) per hari ini, Rabu (24/6) sudah mencapai Rp 143,27 triliun. Angka ini setara dengan 49,3% dari sasaran penyaluran sepanjang 2026 nan ditetapkan sebesar Rp 279 triliun.

Berdasarkan info nan diterima detikcom, total penyaluran KUR untuk upaya mikro per hari ini sudah mencapai Rp 103,75 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 2,08 juta entitas. Kemudian untuk penyaluran KUR kepada upaya mini sudah mencapai Rp 39,34 triliun dengan jumlah debitur 159.804 entitas.

Lebih lanjut untuk realisasi penyaluran KUR pada upaya unik sebesar Rp 35,68 miliar dengan jumlah debitur 85 entitas, dan terakhir untuk penyaluran kepada upaya super mikro sebesar Rp 136,47 miliar dengan jumlah debitur 15.061 entitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu pencapaian ini jika lihat di semester pertama dari sisi kuantitas, itu kita optimis di akhir tahun itu bisa tersalur kepada lebih dari 4 juta UMKM kita," kata Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro sekaligus Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat ditemui di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, Riza menjelaskan penyaluran KUR sepanjang 2026 ini bakal difokuskan pada sektor upaya produksi. Hal ini bermaksud untuk meningkatkan kualitas penyaluran dan pembuatan lapangan kerja baru.

"Tahun ini didorong kepada 65% sektor produksi. Jadi, jika tahun lampau penyaluran KUR itu 60% kepada sektor produksi, Alhamdulillah tercapai sekitar 60 sekian persennya, jadi lebih dari 60% tercapai, Alhamdulillah. Tahun ini dinaikkan targetnya 65%," paparnya.

"Tentu kita mau menciptakan lapangan pekerjaan nan lebih banyak. Tentu jika kita bandingkan pembiayaan kepada sektor perdagangan dengan sektor produksi, ya tentu lebih banyak pembuatan lapangan pekerjaan kepada sektor produksi," jelas Riza lagi.

Selain meningkatkan pembuatan lapangan kerja baru, menurutnya saat KUR ini banyak difokuskan untuk sektor produksi, nilai pendapatan alias nilai tambah nan diberikan UMKM jauh lebih baik dari sektor-sektor lain seperti perdagangan.

Belum lagi UMKM sektor produksi di Indonesia sebagian besar ada di pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga pengolahan makanan maupun ekonomi imajinatif nan merupakan tulang punggung perekonomian daerah.

Sehingga penyaluran KUR untuk sektor produksi ini dapat ikut meningkatkan perekonomian daerah, terutama untuk upaya di luar Pulau Jawa.

"Tentu kami berambisi dengan adanya alokasi 65% kepada sektor produksi, ini sekaligus juga memberikan stimulus kepada pengembangan ekonomi unggulan di tiap-tiap provinsi, kabupaten, kota kita," tandasnya.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance