Real Madrid membalikkan kedudukan atas Roma dari tertinggal 1-3 menjadi kemenangan 4-3 dalam pertandingan babak kedua fase liga Liga Champions di Stadion Olimpico. Seperti dikutip dari laporan Goal, raksasa Spanyol tersebut bisa bangkit pada menit-menit akhir babak kedua meskipun sempat tertekan oleh strategi garang tim tuan rumah.
Kemenangan dramatis ini menambah catatan sejarah penampilan gemilang klub Spanyol tersebut di panggung Eropa. Gol penentu kemenangan tercipta secara beruntun menjelang laga usai melalui perubahan strategi nan diterapkan dari bangku cadangan.
Krisis Lini Tengah Real Madrid pada Babak Pertama
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, langsung menerapkan strategi penekanan tinggi sejak peluit pertama dibunyikan untuk merusak ritme permainan Real Madrid. Strategi tersebut melangkah sangat efektif dalam menekan lini tengah tim tamu nan diisi oleh Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde.
Keputusan pembimbing Jose Mourinho memasang kombinasi gelandang tersebut membikin Real Madrid kesulitan mengalirkan bola keluar dari tekanan pemain Roma. Akibat kegagalan menguasai bola di area vital, pertahanan tim tamu akhirnya jebol dan mengakibatkan Roma mencetak gol pembuka.
Kylian Mbappe sempat menyamakan kedudukan lewat tindakan perseorangan nan gemilang tanpa support permainan kolektif tim. Namun, Roma kembali memegang kendali penuh dan sukses mencetak dua gol tambahan hingga memimpin dengan skor 3-1.
Perubahan Taktik Jose Mourinho Membalikkan Keadaan
Jose Mourinho menyadari kelemahan timnya setelah Roma sukses menyarangkan gol ketiga ke gawang Real Madrid. Sang pembimbing dengan sigap mengambil tindakan dengan memasukkan Arda Guler pada menit ke-58 untuk menambah daya imajinatif di lini tengah.
Masuknya Bernardo Silva pada menit ke-69 semakin memperkuat kekuasaan penguasaan bola Real Madrid di area pertahanan lawan. Meskipun kudu menarik keluar Vinicius Junior, keputusan ini terbukti sukses mematahkan pincer movement nan dibangun oleh para pemain Roma.
Perubahan komposisi pemain tersebut membikin alur serangan Real Madrid menjadi jauh lebih hidup dan mengancam. Tim tamu apalagi sempat mendominasi penguasaan bola hingga sukses mencetak tiga gol jawaban dalam lama tujuh menit terakhir pertandingan.
Kegagalan Taktik Bertahan Gian Piero Gasperini
Gian Piero Gasperini sebenarnya sukses menjalankan skenario permainan pada awal laga hingga bisa unggul dua gol. Namun, keputusan taktis sang pembimbing pada akhir babak kedua justru menjadi penyebab utama kekalahan tragis nan dialami timnya.
Keputusan menarik Tchouameni membikin Valverde menjadi satu-satunya gelandang memperkuat nan tersisa di lapangan bagi tim tamu. Namun, Roma tidak memanfaatkan celah tersebut dan justru memilih menarik lini pertahanan mereka terlalu dalam ke belakang.
Strategi memperkuat nan terlalu pasif tersebut memberikan ruang bebas bagi para pemain Real Madrid untuk terus mengurung area kotak penalti lawan. Roma nan terus kehilangan bola akhirnya tidak bisa menahan gelombang serangan hingga kudu menyerah di kandang sendiri.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·