
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior. (Foto: Instagram/realmadrid)
ROMA - Pertandingan sengit tersaji di Stadion Olimpico saat Real Madrid sukses menundukkan AS Roma dengan skor tipis 4-3 pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026-2027, pada Kamis (15/10/2026) awal hari WIB. Di kembali kemenangan heroik El Real, sorotan tajam justru tertuju pada drama kekesalan Vinicius Junior saat digantikan oleh sang pelatih, Jose Mourinho.
Vinicius mencatatkan penampilan nan jelek saat Madrid menang atas Roma. Selain kandas memberikan kontribusi maksimal di lini serang, pemain berumur 26 tahun itu melakukan blunder fatal di area tengah pada menit ke-51 lewat umpan tumit nan tidak akurat, memicu serangan kembali sigap Roma nan dituntaskan Donyell Malen menjadi gol.
Tak lama setelah tuan rumah memperlebar kelebihan menjadi 3-1, Mourinho bergerak sigap dengan menarik keluar Vinicius pada menit ke-59 dan memasukkan Endrick. Keputusan tersebut disambut reaksi dingin oleh Vinicius, nan terlihat membentangkan kedua tangannya serta menunjukkan gesture tidak puas sewaktu melangkah menuju bangku cadangan.
1. Keputusan Mourinho
Keputusan Mourinho terbukti sangat jitu lantaran Endrick langsung menjadi pembeda di lapangan. Penyerang muda asal Brasil itu turut membidani gol Carlos Espi pada menit ke-82 nan memperkecil kedudukan menjadi 2-3, sebelum akhirnya mencetak gol lewat sundulan tiga menit berselang untuk menyamakan skor.
Vinicius Junior ngamuk ke Jose Mourinho di laga AS Roma vs Real Madrid
Drama comeback dahsyat Real Madrid ditutup secara sempurna oleh Antonio Rudiger. Bek asal Jerman tersebut mencetak gol kemenangan pada menit ke-90, sekaligus memastikan raihan tiga poin berbobot bagi sang raksasa Spanyol.
Performa impresif Endrick kian meruncingkan komparasi dengan Vinicius. Pemain muda tersebut bisa memaksimalkan menit bermain nan terbatas untuk membuktikan kualitasnya, sementara Vinicius kembali kandas menunjukkan akibat positif bagi tim.
2. Tekanan Berlapis untuk Vinicius Jr
Mourinho sendiri tidak menutup-nutupi kekecewaannya terhadap kerapuhan barisan pertahanan Real Madrid meski timnya meraih kemenangan. Pelatih asal Portugal itu mengritik keras proses terjadinya gol ketiga tim musuh pascapertandingan.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·