Pelatih Rayo Vallecano, Inigo Perez, emosional setelah timnya kalah dari Crystal Palace di final Liga Konferensi UEFA.(Rayo Vallecano)
MANAJER Rayo Vallecano, Inigo Perez, tampak sangat emosional saat memasuki ruang konvensi pers setelah timnya kalah 1-0 dari Crystal Palace di final Liga Konferensi UEFA. Meski kandas membawa trofi ke Vallecas, Perez keluar dari ruangan dengan iringan tepuk tangan sebagai corak penghormatan.
Perez mengakui dirinya diselimuti campuran rasa sedih dan frustrasi setelah timnya nyaris mencetak sejarah. "Ini adalah masa-masa susah bagi semua orang. Kami hanya kudu melaluinya dengan langkah apa pun nan kami bisa," ujarnya nan kesulitan mencari kata-kata pelipur lara atas kekalahan tersebut.
"Begitulah adanya ketika Anda kalah. Terutama ketika Anda sudah begitu dekat. Apa nan menghancurkan jiwa Anda adalah memandang orang-orang menangis. Itu betul-betul menghancurkan Anda. Anda merasakan kesedihan dan frustrasi akibat kekalahan, dari ledakan kebahagiaan nan semestinya berarti jika menang, dan itu membikin Anda frustrasi," tutur Perez.
Meski kalah, para pendukung Rayo Vallecano tetap menunjukkan kesetiaan luar biasa. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan, "Kemenangan terbesar adalah berada bersamamu dalam kekalahan" demi membangkitkan mental para pemain.
"Fans adalah kekuatan pendorong di kembali bertahannya tim ini, dan di kembali angan nan telah kita jalani, dan mereka adalah argumen kenapa kami runtuh (menangis) ketika kami menghampiri mereka," kata Perez. "Saya bangga dengan para pemain, para penggemar, dan lingkungan kami."
Mengenai jalannya pertandingan, Perez dengan berlapang dada mengakui kelebihan Crystal Palace nan mencetak gol tunggal di babak kedua. Menurutnya, Palace layak keluar sebagai pemenang lantaran bisa memanfaatkan momen krusial.
"Itu bukan pertandingan nan kami bayangkan, nan ada di kepala kami semua. Tapi saya lebih suka berpikir bahwa itu bukan lantaran kesalahan kami, melainkan lantaran mereka tampil lebih baik. Mereka adalah pemenang nan layak," puji Perez.
Ketika disinggung mengenai masa depannya di klub setelah kekalahan menyakitkan ini, Perez dua kali menolak untuk memberikan jawaban spesifik. Bagi Perez, saat ini konsentrasi utamanya adalah menghargai kebersamaan dengan skuadnya nan dinilai sangat spesial.
"Sulit untuk menemukan sekelompok pemain seperti ini. Kelompok ini betul-betul istimewa. Mereka adalah kawan sejati nan saling menghormati dan mencintai satu sama lain. Tidak tepat untuk membicarakan perihal itu [masa depan saya] saat ini. Itu tidak adil," pungkasnya. (Football-Espana/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·