Rayakan May day, Mahasiswa ISI Yogya Pameran Soal Nasib Pekerja di Era Digital

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Arahmaiani saat membuka pameran "Transformasi Tanpa Transisi" pada Kamis (1/5). Foto: Dok. Istimewa

Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional, Kamis (1/5), kolektif PARKIRLIAR! menggelar pameran seni rupa berjudul "Transformasi Tanpa Transisi" di SURVIVE! Garage, Jl. Nitiprayan No. 99, Bantul.

Pameran dibuka secara resmi oleh seniman senior Arahmaiani pada Kamis (1/5) pukul 16.00 WIB. Sebanyak 13 seniman lintas generasi turut berpartisipasi, di antaranya Totok Buchori, Soenarto Pr., Wahdi Sumanto, Dewi Muliasari, Bobdisorder, Atmosmile, Bima Batutama, dan Arya Pandjalu, di bawah kurasi Nabil Hajid Pranata.

PARKIRLIAR! merupakan kolektif nan beranggotakan mahasiswa Program Studi Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Yogyakarta. Pameran ini adalah bagian dari mata kuliah Tinjauan Kelola Pameran 1, sekaligus menjadi kolektif kedua dalam rangkaian "Delapan Pameran Seni Visual Tata Kelola Seni Yogyakarta."

Pameran "Transformasi Tanpa Transisi" nan digagas kolektif PARKIRLIAR! Foto: Dok. Istimewa

Mengambil semangat May day sebagai titik tolak, pameran ini membujuk visitor merefleksikan peran-peran tak terlihat dan kontribusi manusia nan kerap luput dari narasi besar kemajuan.

Melalui pengalaman imersif nan memadukan karya seni dan suasana ruang, pameran memotret lompatan dari era bentuk ke digital nan sering terjadi tanpa jarak adaptasi. Isu memori kolektif, ketimpangan upah, hingga ketidakpastian hidup di tengah percepatan teknologi menjadi benang merah nan menghubungkan karya-karya nan ditampilkan.

“Dengan membawa semangat May day, pameran “Transformasi Tanpa Transisi” membujuk visitor untuk sejenak “menengok ke belakang” guna merefleksikan peran-peran "tak terlihat" dan peluh manusia nan sering terabaikan dalam narasi besar sejarah,” tulis kolektif PARKIRLIAR! dalam rilis nan diterima.

Pameran "Transformasi Tanpa Transisi" nan digagas kolektif PARKIRLIAR! Foto: Dok. Istimewa

“Melalui pengalaman imersif nan memadukan karya seni dari seniman lintas generasi dan suasana ruang, pameran ini memotret lompatan perubahan dari era dari bentuk ke digital nan sering kali terjadi tanpa jarak adaptasi, sembari menyoroti rumor memori kolektif, ketimpangan upah, hingga kepastian hidup,” lanjut rilis tersebut.

Lebih lanjut, kolektif PARKIRLIAR! membujuk visitor untuk tak hanya menyaksikan hasil akhir dari setiap perubahan zaman, tetapi juga mengenali jejak kerja manusia nan selama ini menjaga kelangsungan hidup di tengah arus teknologi nan terus bergerak cepat.

Pameran bakal berjalan hingga tanggal 5 Mei 2026, diperpanjang dari nan awalnya dijadwalkan berhujung pada 3 Mei 2026.

Pameran terbuka untuk umum tanpa biaya masuk, setiap hari pukul 13.00–21.00 WIB. Informasi lebih lanjut dapat melalui IG @kolektifparkirliar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan