Ratusan Mahasiswa Walkout di Wisuda Stanford University saat CEO Google Pidato

Sedang Trending 1 jam yang lalu
CEO Google, Sundar Pichai. Foto: Denis Balibouse/Reuters

Ratusan mahasiswa melakukan tindakan walkout saat upacara wisuda di Stanford University sesaat setelah CEO Google, Sundar Pichai, mulai menyampaikan pidato utamanya, pada Minggu (14/6) waktu setempat.

Video nan beredar di media sosial memperlihatkan lebih dari 100 mahasiswa meninggalkan tempat duduk sembari meneriakkan, "Free, free Palestine." Aksi itu disebut diorganisir oleh sejumlah golongan aktivis kampus, termasuk Students for Justice in Palestine dan No Tech for Apartheid.

Students for Justice in Palestine diketahui menyerukan perlawanan terhadap pihak nan dianggap pro Israel. Mereka sebelumnya juga sempat mengunggah konten nan menyatakan duka cita atas kematian para influencer di Gaza dan secara terbuka menyatakan support terhadap serangan 7 Oktober ke Israel.

Sundar Pichai sendiri merupakan alumnus Stanford University nan meraih gelar magister di bagian material science and engineering pada 1995. Sejak awal tahun dia telah ditunjuk sebagai pembicara utama dalam wisuda ke-135 Stanford nan digelar pada 14 Juni 2026 kemarin.

Sementara tindakan protes ini menjadi bab baru bagi Google nan selama ini menuwai kontroversi panjang akibat Project Nimbus, perjanjian senilai 1,2 miliar dolar AS nan dijalankan berbareng Amazon untuk menyediakan jasa cloud dan kepintaran buatan kepada pemerintah Israel.

Para pengkritik, termasuk sebagian tenaga kerja Google dan aktivis pro-Palestina, menilai teknologi tersebut berpotensi digunakan oleh militer dan lembaga keamanan Israel dengan langkah nan dapat berakibat terhadap penduduk Palestina.

instagram embed

Di sisi lain, Google berulang kali menegaskan bahwa perjanjian itu ditujukan untuk jasa komputasi pemerintah dan menolak tuduhan keterlibatan mereka dalam memfasilitasi militer Israel di perang Gaza.

Perselisihan mengenai Project Nimbus sebelumnya juga memicu gejolak internal di perusahaan. Pada 2024, Google memberhentikan puluhan tenaga kerja setelah tindakan duduk dan demonstrasi di instansi perusahaan di California dan New York nan memprotes proyek tersebut serta hubungan upaya Google dengan Israel. Aksi walkout di wisuda Stanford juga muncul di tengah gelombang protes nan lebih luas, utamanya di lingkungan kampus.

Sebelumnya, mantan CEO Google, Eric Schmidt, sempat mendapat respons negatif saat memberikan pidato wisuda di University of Arizona. Sejumlah mahasiswa saat itu menyuarakan kekhawatiran mengenai perkembangan kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) dan dampaknya terhadap lapangan pekerjaan.

Situasi serupa juga terjadi di beragam kampus di Amerika Serikat. Semakin banyak mahasiswa nan memanfaatkan momen wisuda untuk menyampaikan protes terhadap keterkaitan pembicara dengan korporasi, support terhadap AI, maupun posisi politik tertentu.

Meski sempat terganggu oleh tindakan tersebut, Sundar Pichai tetap melanjutkan pidatonya. Dalam sambutannya, dia lebih banyak berbincang mengenai pentingnya optimisme dan keahlian beradaptasi terhadap perubahan, alih-alih membahas rumor kepintaran buatan alias geopolitik secara langsung.

Pichai juga menyinggung ketidakpastian nan dihadapi para lulusan, namun membujuk mereka tetap memilih bersikap optimistis saat memasuki bumi nan berubah dengan cepat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan