Rano Karno Semringah Jakarta Peringkat 53 Kota Terbaik di Dunia: Washington DC Kalah

Sedang Trending 2 jam yang lalu

President & CEO Resonance Consulty, Chris Fair, dalam rilisnya menyebut, keberhasilan Jakarta tersebut disebabkan lantaran daya tarik wisata, ketenaran media sosial, serta peningkatan konektivitas transportasi. Pihaknya menilai Jakarta sebagai metropolitan terpadat kedua di bumi nan tetap terus berkembang meski menghadapi beragam tantangan, termasuk persoalan penurunan muka tanah dan perpindahan status ibu kota negara ke Nusantara.

"Ya, status ibu kota negara memang bakal beranjak ke Nusantara. Namun, pusat gravitasi ekonomi Jakarta tidak ikut berpindah," jelas Chris.

Ia memandang, kekuatan utama Jakarta terletak pada aspek lovability alias daya tarik kota. Bahkan menurutnya, Jakarta menempati posisi ke-28 bumi dalam kategori tersebut, jauh lebih tinggi dibandingkan ranking keseluruhannya.

Daya tarik itu didorong oleh keberadaan area wisata dan ruang publik nan dinilai fotogenik, seperti Kota Tua nan telah direvitalisasi, area rooftop di SCBD, serta area tepi laut Pantai Indah Kapuk (PIK).

Berbagai festival, pusat hiburan, dan destinasi family juga mengantarkan Jakarta masuk 10 besar bumi untuk kategori Shopping dan Family-Friendly Attractions.

Tak hanya itu, ketenaran Jakarta di media sosial turut menjadi perhatian. Kota ini menempati ranking kesembilan bumi untuk unggahan IG dan ranking kedelapan bumi untuk video TikTok.

"Popularitas Jakarta di media sosial juga sangat tinggi. Kota ini menempati ranking ke-9 bumi untuk unggahan IG dan ranking ke-8 bumi untuk video TikTok," katanya.

Selain sektor pariwisata dan hiburan, Resonance menilai konektivitas transportasi Jakarta terus mengalami peningkatan.

LRT Jabodebek disebut semakin terintegrasi dengan moda transportasi lain, sementara pembangunan MRT Jakarta Fase 2 menuju area Kota terus berlanjut.

Layanan Kereta Bandara Soekarno-Hatta juga dinilai semakin memudahkan mobilitas masyarakat dari dan menuju pusat kota.

Di sisi ekonomi, Resonance mencatat derasnya investasi nan masuk ke area metropolitan Jakarta.

Perkembangan pusat info di koridor Bekasi-Cikarang untuk mendukung kebutuhan cloud computing dan kepintaran buatan (AI), serta pembangunan gedung perkantoran premium di area Sudirman-Thamrin, Kuningan, dan TB Simatupang menjadi parameter kuatnya aktivitas ekonomi ibu kota.

Adapun pemeringkatan World's Best Cities 2026 dilakukan menggunakan metode Place Power Score, nan menggabungkan info keahlian kota dengan persepsi publik global.

Penilaian mencakup tiga pilar utama, ialah livability (kenyamanan hidup), lovability (daya tarik kota), dan prosperity (kemakmuran ekonomi). Ketiga pilar tersebut diukur melalui 46 metrik dalam 30 kategori.

Data itu kemudian dipadukan dengan survei Ipsos terhadap lebih dari 21 ribu responden di 31 negara mengenai kota nan paling mau mereka kunjungi, tinggali, dan nan dianggap menawarkan kesempatan kerja terbaik.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita