ISKI didorong beralih bentuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan komunikasi, disinformasi, dan perkembangan AI.(ISKI)
IKATAN Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) didorong untuk melakukan transformasi esensial guna menjawab tantangan komunikasi di era banjir informasi. Peran praktisi dan master komunikasi menjadi krusial dalam menjaga kewarasan dan kualitas komunikasi di dalam masyarakat maupun pemerintahan.
“Komunikasi masuk ke dalam tiga besar persoalan pemerintahan hari ini, selain ekonomi dan hukum,” tegas Wakil Ketua Umum ISKI Hendri Satrio saat obrolan publik Rakernas ISKI 2026 nan berjalan di Universitas Esa Unggul, Jakarta, Rabu (3/6).
Menurut Hensa, ISKI kudu memposisikan diri sebagai organisasi nan relevan bagi negara, bukan sekadar wadah berkumpul bagi para mahir komunikasi.
“ISKI jangan hanya menjadi organisasi bagi mahir komunikasi saja, dan jangan jadikan Rakernas sebagai arena reunian. ISKI kudu bisa memberikan kontribusi nyata bagi negara,” ujar Hensa nan merupakan Pendiri Lembaga Survei KedaiKopi.
Pendapat serupa dikatakan Anggota Dewan Guru Besar ISKI Gun Gun Heryanto. Menurutnya, tetap terdapat celah di mana orang-orang komunikasi belum maksimal dalam mengadvokasi produk-produk kebijakan, terutama nan mempunyai dimensi kebijakan nan sangat kental.
“Komunikasi bukan sekadar penyampaian pesan, melainkan instrumen pembelaan kebijakan. Kita perlu memastikan dimensi kebijakan dalam setiap narasi tersampaikan dengan tepat kepada publik agar kepercayaan dapat dibangun kembali,” ujar Gun Gun.
Ketua Umum ISKI Atwar Bajari mengakui bahwa situasi komunikasi saat ini mengalami banyak tantangan. Selain kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) nan mengubah esensial komunikasi tetapi juga menyangkut kualitas info dan tingkat kepercayaan publik terhadap beragam institusi.
“Melalui Rakernas 2026, ISKI menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi nan adaptif terhadap perubahan teknologi komunikasi sekaligus berkontribusi dalam membangun ruang publik nan sehat, kredibel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata Atwar.
Atwar mengungkapkan, Rakernas ISKI 2026 telah menghasilkan rumusan Rencana Strategis (Renstra) ISKI dan program kerja nan menjadi injakan dalam menjalankan roda organisasi. Rakernas juga sukses menetapkan sejumlah program prioritas nan berfokus pada penguatan fondasi organisasi, konsolidasi personil dan wilayah, aktivasi komunikasi publik, peningkatan kapabilitas anggota, penguatan riset dan publikasi, serta ekspansi kerja sama strategis dengan beragam pemangku kepentingan.
Atwar mengungkapkan forum Rakernas mengamanatkan agar ISKI datang sebagai mitra strategis pemerintah dan pemangku kebijakan, dengan memberikan masukan kritis berbasis keilmuan, etika, moral publik, dan kepentingan masyarakat.
Selain itu, ISKI perlu mendorong penguatan sistem komunikasi publik nasional, termasuk pedoman komunikasi publik pusat-daerah, protokol komunikasi kelembagaan, serta komunikasi pemerintah nan lebih responsif, empati, terbuka, dan tidak reaktif.
“Putusan nan dihasilkan dalam Rakernas segera ditindaklanjuti oleh pengurus melalui aktivitas nan menyasar tidak hanya personil ISKI melainkan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan ekosistem komunikasi nan harmonis,” tegas Atwar. (RO/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·