Rak yang Sunyi, Kini Berbunyi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Rak nan Sunyi, Kini Berbunyi Ribuan kitab baru datang di sekolah pedalaman.(Dok. Antara)

DI sebuah sekolah sederhana di Gowa, suasana pagi itu terasa berbeda. Anak-anak nan biasanya langsung bersiap mengikuti pelajaran tampak berkumpul di sekitar rak buku. 

Beberapa duduk lesehan di perspektif kelas, sebagian lain membuka laman demi laman dengan hati-hati, sementara nan lain saling menunjukkan gambar menarik dari kitab nan baru mereka temukan.

Bagi mereka, kitab baru bukan sesuatu nan datang setiap hari.

Baca juga : Jendela Mimpi dari Pulau Rinca

Di banyak sekolah pedalaman, akses terhadap bahan referensi tetap terbatas. Rak perpustakaan kerap hanya diisi oleh buku-buku lama dengan jumlah nan tidak sebanding dengan kebutuhan siswa. 

Karena itu, kehadiran ribuan kitab baru memberi warna lain dalam aktivitas belajar mereka.

Sebanyak 2.700 kitab disalurkan ke 27 sekolah melalui kerjasama PNM dan Kompas Gramedia. Buku-buku tersebut berisi beragam bacaan, mulai dari cerita anak, pengetahuan umum, profesi, budaya, sains, hingga kisah inspiratif nan dekat dengan bumi anak.

Baca juga : 51 Persen Siswa SMA di Bekasi Ini Lolos PTN lewat SNBT 2026

Begitu buku-buku itu tiba, rasa mau tahu anak-anak langsung terlihat. Ada nan memilih membaca sendiri dalam diam, ada nan membaca berbareng teman, dan ada pula nan mulai menceritakan kembali isi kitab nan baru dibacanya. Ruang kelas nan biasanya tenang berubah menjadi tempat nan lebih hidup.

“Anak-anak senang sekali. Ramai-ramai langsung membaca buku,” ujar Mansyur Kulle, salah satu pengelola sekolah di Gowa nan menjadi penerima manfaat.

Bagi para siswa, buku-buku itu menjadi langkah sederhana untuk mengenal bumi nan lebih luas. Melalui cerita dan pengetahuan nan mereka baca, anak-anak mulai menemukan hal-hal baru nan sebelumnya hanya mereka dengar sekilas, alias apalagi belum pernah mereka bayangkan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-27 PNM melalui program RE3forE, ialah Reduce, Re-love, Restyle, nan mengangkat aspek environment, economy, empowerment, dan education. Dalam program tersebut, tenaga kerja PNM ikut mengumpulkan kitab untuk disalurkan kepada sekolah-sekolah nan membutuhkan.

Namun, di ruang kelas mini itu, makna aktivitas ini terasa lebih sederhana. Bukan tentang jumlah kitab nan terkumpul, melainkan tentang anak-anak nan sekarang mempunyai lebih banyak pilihan bacaan. Tentang rasa penasaran nan tumbuh ketika mereka membuka laman pertama. Tentang kesempatan untuk memandang masa depan dari cerita-cerita nan mereka baca.

Seusai jam pelajaran, beberapa anak memilih tetap tinggal. Mereka saling berganti buku, membaca ulang bagian nan disukai, lampau bercerita kepada kawan di sebelahnya. Dari aktivitas mini itu, kebiasaan membaca perlahan mulai tumbuh.

Perubahan tidak selalu datang dalam corak besar. Kadang, dia bermulai dari sebuah kitab nan sampai ke tangan seorang anak, dibuka dengan rasa mau tahu, lampau menjadi pintu menuju mimpi-mimpi baru. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia