Rahasia Umur Panjang, Pola Tidur di Usia Paruh Baya Prediksi Rentang Hidup

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Rahasia Umur Panjang, Pola Tidur di Usia Paruh Baya Prediksi Rentang Hidup Ilustrasi(freepik)

MENGAPA dua perseorangan dengan genetik dan lingkungan nan nyaris identik bisa menua dengan kecepatan nan berbeda? Sebuah studi terbaru dari Stanford University memberikan jawaban mengejutkan, tanda-tanda umur panjang rupanya sudah bisa dideteksi jauh sebelum masa tua tiba, ialah melalui pola perilaku di usia paruh baya.

Penelitian nan dipimpin oleh Claire Bedbrook dan Ravi Nath ini menggunakan ikan African turquoise killifish sebagai model. Ikan ini dipilih lantaran mempunyai siklus hidup singkat (4-8 bulan) namun mempunyai kesamaan biologis dengan vertebrata lain, termasuk manusia.

Mendeteksi Penuaan Sejak Dini

Tim peneliti memantau 81 ekor ikan secara terus-menerus selama 24 jam penuh sepanjang hidup mereka menggunakan kamera otomatis. Hasilnya, para intelektual menemukan bahwa perbedaan antara ikan nan berumur panjang dan pendek mulai terlihat sangat awal, ialah pada usia 70 hingga 100 hari (setara dengan usia paruh baya bagi ikan tersebut).

Dua parameter utama nan menjadi sinyal kuat adalah pola tidur dan intensitas pergerakan:

  • Pola Tidur: Ikan nan berumur lebih pendek condong mulai sering tidur di siang hari. Sebaliknya, ikan nan berumur panjang tetap menjaga ritme normal dengan hanya tidur di malam hari.
  • Vigoritas Gerak: Ikan nan berumur panjang berenang dengan tenaga lebih besar dan mencapai kecepatan nan lebih tinggi saat bergerak di dalam tangki.

"Perubahan perilaku di awal kehidupan memberi tahu kita tentang kesehatan dan rentang hidup di masa depan," catat Bedbrook.

Penuaan Bukan Proses nan Lambat

Temuan menarik lainnya adalah penuaan rupanya tidak terjadi secara perlahan dan bertahap. Sebaliknya, ikan mengalami fase transisi sigap nan disebut para peneliti mirip dengan permainan menara Jenga.

"Kami memperkirakan penuaan menjadi proses nan lambat dan bertahap. Sebaliknya, hewan tetap stabil untuk waktu nan lama dan kemudian bertransisi dengan sangat sigap ke tahap baru," ujar Bedbrook.

Pola ini menunjukkan bahwa tubuh mempertahankan stabilitas hingga mencapai titik kritis tertentu sebelum akhirnya bergeser ke tahap penuaan berikutnya secara mendadak.

Kaitan Biologis dan Masa Depan Manusia

Selain perilaku, peneliti menemukan perbedaan aktivitas gen di organ hati. Ikan dengan jalur penuaan pendek menunjukkan aktivitas gen nan lebih tinggi mengenai produksi protein dan pemeliharaan sel. Hal ini memberikan petunjuk molekuler bahwa biologi internal bergeser selaras dengan perubahan perilaku.

Meskipun ini adalah studi pada ikan, para peneliti memandang adanya kaitan erat dengan teknologi wearable pada manusia saat ini. Pelacakan pola tidur dan aktivitas harian melalui perangkat pandai berpotensi menjadi perangkat pencegahan penyakit di masa depan.

"Perilaku terbukti menjadi pembacaan penuaan nan sangat sensitif. Anda dapat memandang dua hewan dengan usia kronologis nan sama dan memandang dari perilaku mereka saja bahwa mereka menua dengan langkah nan sangat berbeda," pungkas Ravi Nath.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Science dan membuka jalan baru bagi studi intervensi kesehatan untuk memperlambat laju penuaan sejak usia awal melalui pemantauan pola hidup. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑