Ragam Kapal Karya Napi Sukamiskin: Untuk Nelayan, Dinghy hingga Duchy Boat

Sedang Trending 18 menit yang lalu

Jakarta -

Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (Jabar) memberdayakan narapidana (napi), salah satunya dengan produksi memproduksi kapal mulai dari kapal nelayan, dinghy hingga duchy. Kapal diberi merk jual beli 'Sukaboat' dan sudah tembus pasar lebih dari 25 unit dengan beragam jenis.

"Banyak sekali pelajaran nan saya dapat di sini (bengkel Sukaboat), pastinya bangga sudah bisa bikin kapal. Saya belajar teori-teori soal kapal, jadi makin bertambah wawasan. Saya sudah mengejarkan 5 kapal (tipe) SB6," cerita Wawan (26), napi kasus narkoba, kepada detikcom pada Kamis malam (20/8/2026).

Diketahui Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto mencanangkan 15 Program Aksi Menimipas 2026. Pada poin ke-10, Menteri Imipas mendorong menekankan perihal produk karya napi hingga aktivitas upaya mikro mini menengah (UMKM) di kembali tembok penjara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Februari kita kerjasama dengan Honda untuk ikut pameran IIMS (Indonesia International Motor Show) 2026 di Kemayoran. Mereka mendukung menyiapkan boothnya di pameran dan sebagainya. Akhirnya kita ikut pameran, booth nan lainnya (pamer) motor, kami pamerkan kapal karya penduduk binaan," ucap Emirsyah Satar, napi kasus korupsi, pada kesempatan nan sama.

Pengembangan Sukaboat alias Suka Kapal disupervisi oleh Emir, nan berlatar belakang ahli ekonomi dan pernah memimpin Garuda Indonesia; dan sejumlah napi nan mempunyai latar belakang skill di bagian transportasi, perkapalan dan desain. Sementara untuk membekali napi lainnya terutama di sisi teknis, lapas menggandeng vendor fiberglass.

"Kami di manajerial, jadi gimana kami bisa mensupervisi nan bagian teknis, jadi kami juga belajar teknis. Untuk belajar fiberglass kami diajari vendor-vendor bahan kapal," terang Emir.

Emir memaparkan material nan digunakan untuk produk Sukaboat pun beragam, mulai dari fiberglass, aluminium, kayu hingga HDPE. Namun Emir menyampaikan training produksi hingga sekarang tetap difokuskan pada kapal berbahan fiberglass.

Berikut jenis alias jenis kapal nan dikembangkan Sukaboat:

1. Dinghy 4 Meter
Salah satu produk awal Sukaboat adalah kapal berukuran 4 meter alias dinghy. Pada 2024, sebanyak 20 unit dinghy diproduksi melalui program CSR PLN, dan enam unit lainnya untuk individu.

Tercatat 15 napi menghabiskan jam-jam produktif setiap hari dengan bekerja di hanggar Sukaboat.

2. Duchy Boat 8 Meter
Keberhasilan dinghy boat diikuti lahirnya duchy boat. Kapal itu awalnya diperuntukkan sebagai kapal BTS untuk wilayah kepulauan.

Kapal berukuran 8 meter ini dibeli sebanyak dua unit oleh pihak swasta. Pada 2026, proyek tersebut kembali masuk agenda pengembangan dengan nama Duchy Reborn.

"Ada Duchy, ini kapal 27 feet alias 8 meter, ini kita sudah buat dua unit tapi kita tetap revisi, belum selesai," ujar Emir.

Konsepnya adalah mengubah Duchy menjadi lebih modern, melakukan repowering menggunakan mesin konvensional, serta memperbarui desainnya. Meski dimodernisasi, kegunaan kapal tetap diarahkan sebagai 'kapal internet' untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

3. Kapal Nelayan SBF-10

Sukaboat juga masuk ke segmen kapal nelayan dengan kode jenis SBF-10. Kapal ini diciptakan sebagai corak modernisasi kapal nelayan tradisional.

Napi berjulukan Rio, nan masuk dalam tim manajerial, menjelaskan SBF-10 tak bakal menghilangkan karakter kapal nelayan nan selama ini digunakan masyarakat. Bentuk dan karakter tradisional justru tetap dipertahankan, sementara sejumlah aspek teknisnya diperbarui.

"Kami mulai dari wilayah nan tidak jauh dari Sukamiskin ialah nelayan rajungan di Cirebon. Kami ambil satu contoh kapal nelayan nan dari kayu, lampau kami bakal convert menjadi fiberglass, tapi dengan desain, looknya tradisional," terang Rio.

Empat bagian utama nan menjadi sasaran modernisasi, ialah material, corak lambung, mesin, dan propeller. Rancangan tersebut bermaksud membikin badan kapal lebih ringan dan tahan lama, perawatannya lebih mudah, kecepatannya meningkat serta konsumsi bahan bakarnya lebih efisien.

"Harusnya lebih irit lantaran fiberglass tidak seberat kayu," sambung Rio.

4. Speedboat 6 Meter SB-6

Kapal SB-6 masuk dalam segmen speedboat personal. Tim manajerial Sukaboat memandang ada potensi pada pasar jetski, oleh karena itu dibuatlah kreasi produk dengan konsep opsi lain jetski, lantaran daya tampung kapal ini lima orang (satu nakhoda, empat penumpang).

"Fungsinya juga dibuat multi-purpose. SB-6 dapat dikembangkan menjadi kapal wisata, kapal patroli, kapal pancing, kapal diving hingga kapal SAR," tutur Rio. Produk ini juga sudah mempunyai pembeli.

5. Speedboat 8 Meter SB-8
SB-8 adalah speedboat sepanjang sekitar 8 meter. Kapal ini menjadi objek pembinaan dengan tingkat keahlian teknis lebih kompleks.

Karena ukuran besar, maka memungkinkan SB-8 menggunakan kabin tertutup. Konsekuensinya, materi pelajaran untuk napi di bengkel Sukaboat juga semakin banyak seperti belajar pemasangan kaca, interior lantai, tembok dan plafon, kursi, perangkat keselamatan, railing, tangki BBM dan air, mesin, sistem kemudi, sistem tambat, kelistrikan hingga perpipaan.

6. Speedboat 10 Meter SB-10
Terakhir, rancangan kapal terbaru Sukaboat adalah SB-10, dengan panjang 10 meter. Tipe ini sengaja dirancang untuk sasaran kecepatan hingga 50 knot.

Sukaboat berambisi kapal ini dapat menunjang aktivitas patroli, pengamanan dan sigap tanggap darurat.

Rencana penggunaan material seperti kevlar dan aramid diterapkan pada SB-10, dengan angan bisa melindungi kapal dari proyektil tertentu.

Keterangan foto (dari kiri ke kanan):
- Speedboat SB-6
- Speedboat SB-8
- Kapal Nelayan SBF-10

(aud/azh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News