Aktor sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mendatangi Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Minggu (23/8). Kedatangannya untuk memandang langsung kondisi penduduk sekaligus memberikan support kepada korban kebakaran senilai Rp 1 Miliar.
Raffi Ahmad tiba di letak sekitar pukul 12.30 WITA berbareng istrinya, Nagita Slavina, serta sejumlah personel The Dudas Minus One, ialah Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta. Kedatangan mereka disambut penduduk dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Di tengah kunjungannya, Raffi sempat menghubungi Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, melalui sambungan telepon. Ia menyampaikan keinginannya untuk ikut membantu penanganan penduduk nan terdampak kebakaran.
“Izin Pak Gub, saya sedang di lokasi. Saya di sini sama istri saya, Nagita. Izin Pak Gub, apa nan bisa kita bantu, kita siap bantu,” ujar Raffi saat berbincang dengan Gubernur NTB.
Setelah itu, Raffi berbareng The Dudas Minus One menemui penduduk nan menjadi korban kebakaran. Mereka memberikan semangat dan mendoakan agar penduduk nan kehilangan tempat tinggal maupun kekayaan barang dapat segera bangkit dan memperoleh pengganti nan lebih baik.
Kepada warga, Raffi mengatakan dirinya berbareng rombongan sebenarnya telah berada di Lombok sejak sehari sebelumnya. Mereka awalnya berencana melanjutkan perjalanan ke area Rinjani. Namun, rencana tersebut berubah setelah mengetahui berita kebakaran di Kampung Adat Sade.
Mereka kemudian mengatur waktu untuk datang langsung ke letak dan memandang kondisi warga. Raffi juga menawarkan support sesuai kebutuhan para korban.
“Apa nan dibutuhkan sekarang, makanan, obat-obatan alias apa, langsung kami serahkan hari ini,” kata Raffi di hadapan kepala desa Sade dan warga.
Usai berjumpa penduduk dan menyerahkan bantuan, Raffi Ahmad berbareng Nagita Slavina dan The Dudas melanjutkan perjalanan menuju area wisata Gunung Rinjani di Lombok Timur.
Setelah kebakaran, kondisi Kampung Adat Sade tampak memprihatinkan. Sejumlah rumah dan gedung budaya nan sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan warga, sekarang hanya menyisakan puing, kayu nan hangus, serta material gedung nan runtuh. Area permukiman juga dipenuhi bekas-bekas kebakaran.
Kebakaran tersebut tidak hanya membikin penduduk kehilangan tempat tinggal, tetapi turut menghanguskan beragam akomodasi nan mendukung aktivitas masyarakat dan pariwisata di area tersebut.
Warga sekarang sementara meninggalkan letak dan memerlukan penanganan serta support untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
20 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·