Qodari Ungkap 2 Modal Dasar Jadi Komisaris BUMN

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 04 Juli 2026 |11:58 WIB

Qodari Ungkap 2 Modal Dasar Jadi Komisaris BUMN

Asisten Raffi Ahmad, Mufli Ananda Menjadi Komisaris PT Krakatau Posco (Kiri), Foto: Instagram

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengungkap dua modal dasar menjadi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Qodari menilai kompetensi seorang komisaris BUMN tidak hanya diukur dari latar belakang ahli tertentu. 

Menurut Qodari, modal dasar nan kudu dimiliki seorang komisaris BUMN adalah logika sehat dan niat baik, nan kemudian diperkuat dengan pengalaman di bagian organisasi, pemerintahan, maupun swasta.

"Kalau irit saya ya, jika namanya komisaris itu selama dia, sebetulnya modal dasarnya itu dua. Pertama logika sehat, nan kedua niat baik ya," kata Qodari saat dijumpai di Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).

"Yang jelas nan ditempatkan di komisaris biasanya sudah punya pengalaman-pengalaman organisasi, pengalaman pemerintahan, pengalaman swasta. Nah, semua pengalaman-pengalaman itu bisa dimanfaatkan untuk bisa memberikan perspektif dan pengawasan kepada BUMN," sambungnya.

Pernyataan ini disampaikan Qodari menanggapi pertanyaan mengenai standar kompetensi dalam pengangkatan komisaris BUMN. Isu ini mencuat di tengah polemik pengangkatan sejumlah komisaris dari kalangan nonkorporasi, mulai dari asisten Raffi Ahmad, Mufli Ananda nan menjadi Komisaris PT Krakatau Posco hingga relawan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ginka Febriyanti Ginting nan diangkat sebagai Komisaris PT Pertamina Retail.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com