Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan Presiden Prabowo Subianto rutin mengevaluasi penyelenggaraan program prioritasnya.
Meski begitu, hasil pertimbangan tak bakal membikin program itu diganti. Evaluasi, menurut Qodari, justru dijadikan dasar untuk memperkuat pelaksanaannya.
"Hasil pertimbangan tidak bakal mengubah komitmen pemerintah terhadap program-program prioritas nasional. Evaluasi justru bakal memperkuat penyelenggaraan program-program tersebut agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," kata Qodari dalam keterangannya, Selasa (28/7).
Qodari memaparkan, sudah ada banyak capaian pemerintah saat ini. Di sektor daya misalnya, telah dibangun Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, proyek gas kekal Masela, serta peluncuran B50.
Sementara, di sektor pemberdayaan ekonomi, tahun ini sudah diresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dan 100 Kampung Nelayan Merah Putih.
Selain itu, dia juga membeberkan mudahnya masyarakat mengakses jasa publik dengan kehadiran Mal Pelayanan Publik di 313 kabupaten/kota. Termasuk juga, saat ini telah dilakukan program digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos).
"Capaian itu merupakan bukti bahwa pemerintah terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu bagi pemerintah, Presiden Prabowo, nan paling krusial bukan hanya menghadirkan program, tetapi juga memastikan seluruh program betul-betul memberikan akibat nan dirasakan masyarakat," ujar Qodari.
Menurutnya, Prabowo juga meminta agar seluruh kementerian/lembaga giat mengoreksi setiap kekurangan nan ada.
"Presiden mengingatkan seluruh jejeran pemerintah agar tidak sigap berpuas diri," tutur Qodari.
"Pemerintah meyakini bahwa setiap masukan dan kritik merupakan bagian krusial dalam penyempurnaan kebijakan. Karena itu pemerintah memandang pertimbangan sebagai budaya kerja nan sehat sejalan dengan prinsip good governance sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja," ucap dia.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·