Putin Siap Temui Xi Jinping di Beijing, Pamer Hubungan Solid

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping melangkah di kediaman Xi di Zhingnanhai, Beijing, China, Selasa (2/9/2025). Foto: Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERS

Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan tiba di Beijing pada Selasa (19/5) untuk berjumpa Presiden China Xi Jinping, hanya beberapa hari setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China.

Pertemuan Putin dan Xi ditujukan untuk menunjukkan hubungan Rusia-China tetap solid dan tidak terganggu oleh kunjungan Trump ke Beijing pekan lalu.

Ini bakal menjadi kunjungan ke-25 Putin ke China selama masa kepemimpinannya.

Kremlin menyebut kedua pemimpin bakal membahas langkah "lebih memperkuat" kemitraan strategis Rusia-China serta berganti pandangan soal rumor internasional dan regional.

"Hubungan strategis dekat antara Rusia dan China memainkan peran besar nan menstabilkan dunia," kata Putin dalam pesan video kepada rakyat China, dilansir AFP.

Reuters melaporkan, kunjungan dua hari Putin ke China juga dipandang sebagai upaya Beijing menampilkan diri sebagai kekuatan dunia nan stabil di tengah perang, ketegangan dagang, dan krisis daya dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin bersalaman dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan di Balai Agung Rakyat di Beijing, Selasa (2/9/2025). Foto: Sergei Bobylyov / POOL / AFP

Pengamat ISEAS-Yusof Ishak Institute Singapura, Ian Storey, mengatakan hubungan China-Rusia sekarang menjadi "fondasi utama" kebijakan luar negeri kedua negara.

"KTT Xi-Putin bakal mengirim pesan ke bumi bahwa kemitraan strategis China-Rusia tetap menjadi landasan kebijakan luar negeri kedua negara," kata Storey.

China dan Rusia juga diperkirakan membahas kerja sama energi, termasuk proyek pipa gas Power of Siberia 2 nan belum mencapai kesepakatan harga.

Isu daya menjadi krusial setelah perang Iran memicu gangguan pasokan minyak dan gas global.

Rusia saat ini sangat berjuntai pada China sebagai pembeli utama minyaknya setelah terkena hukuman Barat akibat perang Ukraina.

Sebelumnya, Xi juga menyebut kerja sama Rusia-China terus "mendalam dan semakin solid" dalam pesan ucapan 30 tahun kemitraan strategis kedua negara.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan