Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) berbareng Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) melangkah keluar usai melakukan pertemuan di Istana Kremin, Moskwa, Rusia, Senin (13/4/2026).(ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/bay/kye.)
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Rusia di area Asia Pasifik. Pernyataan itu disampaikan saat menjamu Presiden Prabowo Subianto dalam santap siang di Vladivostok, Rusia, dalam rangka Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11.
Putin menilai hubungan Indonesia dan Rusia mempunyai fondasi persahabatan nan telah terjalin selama bertahun-tahun. Ia juga memandang kerja sama kedua negara terus berkembang, terutama di bagian ekonomi dan perdagangan.
"Indonesia merupakan mitra nan paling kunci bagi Rusia di area Asia Pasifik," kata Putin seperti disaksikan dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/9).
Menurut Putin, hubungan perdagangan kedua negara menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun lalu, volume perdagangan Indonesia-Rusia meningkat 12%. Penguatan kerja sama tersebut juga terus didorong melalui Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bagian ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis.
Rusia, kata Putin, juga mencermati kesempatan pengembangan kerja sama bilateral di sejumlah sektor strategis. Beberapa di antaranya adalah pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, serta energi, termasuk daya nuklir.
Putin turut menyoroti telah ditandatanganinya perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia. Ia menilai Indonesia mempunyai posisi krusial bagi Rusia dalam membangun hubungan dengan area Asia Tenggara.
"Jakarta, Indonesia, merupakan salah satu sahabat Rusia nan terpercaya dalam rangka ASEAN," ujar Putin.
Selain hubungan bilateral, Rusia dan Indonesia juga disebut aktif bekerja sama dalam beragam platform internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Putin berambisi pertemuan dengan Prabowo dapat memberikan dorongan baru bagi hubungan kedua negara.
Di sisi lain, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Putin dan pemerintah Rusia. Ia mengatakan kunjungannya ke Vladivostok menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat hubungan nan telah mempunyai sejarah panjang.
Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026. Ia sekaligus meminta maaf lantaran tidak dapat menghadiri KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026 lantaran kudu menangani persoalan dalam negeri.
"Saya minta maaf sebesar-besarnya lantaran saya tidak dapat menghadiri aktivitas krusial tersebut. Karena ada masalah dalam negeri nan tidak bisa saya tinggalkan," kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyebut kehadirannya di Vladivostok sebagai corak memenuhi tanggungjawab diplomatiknya kepada Rusia. Ia menegaskan Indonesia dan Rusia mempunyai ikatan sejarah nan mendalam selama lebih dari lima dasawarsa.
Bagi Indonesia, Rusia juga dipandang sebagai mitra nan sangat penting. Prabowo menilai Forum Ekonomi Timur mempunyai potensi besar untuk menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan.
Hal itu dinilai relevan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus negara Pasifik. Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas dan kerja sama maritim antara kedua negara.
"Kita berdua adalah negara pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerjasama maritim sangat penting," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan Indonesia bakal terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan Rusia di beragam bagian untuk menghasilkan faedah bagi kedua negara. Ia juga mengakui sejumlah kerja sama bilateral telah mengalami kemajuan, termasuk sektor ekonomi dan perdagangan. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·