Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Rusia ketua Presiden Vladimir Putin secara resmi menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan nan telah disetujui oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pihak Kremlin berambisi dengan redanya ketegangan tersebut, Washington sekarang mempunyai waktu dan ruang untuk melanjutkan kembali pembicaraan tenteram trilateral mengenai bentrok di Ukraina.
Mengutip laporan Reuters pada Rabu (08/04/2026), Moskow menyatakan kepuasannya atas langkah deeskalasi tersebut. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam sebuah panggilan telepon dengan para wartawan menyampaikan pernyataan resmi mengenai sikap Rusia terhadap situasi terbaru di Timur Tengah tersebut.
"Kami menerima buletin gencatan senjata ini dengan rasa puas. Kami menyambut baik keputusan untuk tidak melangkah lebih jauh di jalur eskalasi bersenjata," kata Peskov.
Saat ditanya mengenai kesempatan apakah gencatan senjata antara AS dan Iran ini dapat memfasilitasi pembicaraan baru mengenai Ukraina, Peskov menegaskan angan besar Moskow terhadap peran aktif Washington. Pihak Kremlin mau format pertemuan tiga arah nan melibatkan Rusia, Ukraina, dan AS segera diaktifkan kembali dalam waktu dekat.
"Kami berambisi dalam masa mendatang, Amerika Serikat bakal mempunyai lebih banyak waktu dan kesempatan nan lebih besar untuk berjumpa dalam format trilateral," tutur Peskov merujuk pada rangkaian pembicaraan nan melibatkan tiga negara tersebut.
Sebelumnya, Rusia sempat menyatakan bahwa proses negosiasi tenteram Ukraina terpaksa dihentikan sementara akibat pecahnya permusuhan di wilayah Iran. Rentetan negosiasi sendiri sebenarnya telah dimulai sejak tahun lampau di Istanbul, nan kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan trilateral berbareng AS di Abu Dhabi dan Jenewa pada awal tahun ini.
Meskipun demikian, kemajuan dalam meja perundingan tersebut melangkah sangat lambat nan sebagian besar disebabkan oleh kebuntuan mengenai sengketa wilayah. Rusia menuntut agar Ukraina menyerahkan sisa wilayah Donbas, namun Kyiv dengan tegas menolak untuk menyerahkan tanah nan kandas direbut oleh pasukan Moskow selama lebih dari empat tahun peperangan.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·