Putin Bikin Kaget! Tiba-Tiba Bicara Damai dengan Ukraina, Perang End?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut tetap ada kesempatan untuk mengakhiri perang dengan Ukraina melalui jalan damai. Namun di saat nan sama, Putin kembali menuduh Kyiv melakukan "terorisme negara" setelah Ukraina memperingatkan maskapai penerbangan agar menghindari wilayah udara Rusia.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin pada Kamis dalam forum ekonomi di Vladivostok, kota di wilayah timur Rusia. Ia mengatakan penyelesaian bentrok pada akhirnya kudu ditentukan oleh kedua negara nan terlibat langsung dalam perang, ialah Rusia dan Ukraina.

"Pada akhirnya... masalah ini kudu diselesaikan oleh negara-negara nan terlibat dalam bentrok Rusia dan Ukraina," kata Putin dalam pernyataan nan telah diterjemahkan, sebagaimana dilansir CNBC, Kamis (3/9/2026). "Apakah ada kesempatan [untuk perdamaian]? Menurut saya, ya, ada."

Pernyataan Putin muncul ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina nan telah berjalan lebih dari empat tahun kembali mengalami kebuntuan.

Moskow dan Kyiv tetap berbeda pandangan mengenai sejumlah rumor utama, termasuk wilayah nan disengketakan, agunan keamanan, serta arah kerja sama militer Ukraina.

Upaya Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa untuk mendorong kedua pihak mencapai kesepakatan sejauh ini belum membuahkan penyelesaian. Pekan lalu, Direktur CIA John Ratcliffe apalagi dilaporkan mengunjungi Moskow untuk memperingatkan Rusia agar tidak melakukan eskalasi lebih lanjut.

Pandangan Putin mengenai kesempatan perdamaian tersebut berbanding terbalik dengan peringatan keras nan semakin sering disampaikan NATO mengenai aktivitas militer dan operasi hibrida Rusia di wilayah sayap timur aliansi.

NATO Soroti Aktivitas Rusia

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Rabu memperingatkan bahwa Rusia makin "ceroboh". Ia merujuk pada sejumlah kejadian ketika rudal dan pesawat nirawak melintasi wilayah sayap timur Eropa, serta dugaan serangan hibrida Rusia di Bandara Leipzig, Jerman, pada bulan lalu.

"Bahaya nan ditimbulkan Rusia sudah jelas, dan kami bekerja sepanjang waktu untuk memastikan bahwa kami siap menjaga keselamatan rakyat kami," kata Rutte dalam konvensi pers berbareng Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Rutte juga memperingatkan Rusia agar tidak menganggap ancaman dapat memecah persatuan negara-negara personil NATO.

"Jika Rusia berpikir kami bakal terpecah oleh ancaman tersebut, alias jika mereka berpikir kami bakal terhalang untuk mendukung Ukraina, mereka keliru," tegasnya.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa meminta maskapai penerbangan menghindari wilayah udara Rusia. Imbauan itu disampaikan ketika Kyiv meningkatkan operasi pesawat nirawak jarak jauh ke wilayah Rusia.

Zelensky mengatakan semakin banyaknya pesawat nirawak nan beraksi di langit Rusia membikin wilayah udara negara tersebut menjadi "sepenuhnya tidak aman".

Pernyataan itu kemudian mendapat respons keras dari Putin. Presiden Rusia tersebut menilai peringatan Ukraina sebagai corak "terorisme negara" dan mengatakan Moskow bakal meningkatkan serangannya terhadap Ukraina.

Kyiv dalam beberapa waktu terakhir semakin mengandalkan pesawat nirawak buatan dalam negeri untuk menyerang sasaran nan berada jauh di belakang garis depan.

Strategi tersebut dilakukan Ukraina untuk meningkatkan beban ekonomi sekaligus biaya militer nan kudu ditanggung Rusia akibat invasinya ke wilayah Ukraina.

Sementara itu, pasukan Rusia juga meningkatkan serangan rudal terhadap sejumlah kota di Ukraina. Intensitas serangan tersebut meningkat ketika Kyiv menghadapi keterbatasan persediaan sistem pertahanan udara untuk melindungi wilayahnya.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News