Puskesmas Banjarangkan I Gencarkan PSN: Tekan Kasus DBD di Klungkung

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Tekan Kasus DBD di Klungkung Ilustrasi(Dok Istimewa)

Puskesmas Banjarangkan I di Kabupaten Klungkung, Bali, secara masif menggencarkan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayah kerjanya. Langkah ini dilakukan sebagai respons sigap terhadap perubahan cuaca di tahun 2026 nan meningkatkan akibat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Gerakan PSN kali ini melibatkan seluruh komponen tenaga kesehatan, kader desa, serta Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Fokus utama aktivitas bukan sekadar pemantauan, melainkan penguatan kesadaran masyarakat untuk melakukan langkah preventif secara berdikari dan berkelanjutan.

Edukasi 3M Plus dan Pemantauan Jentik Berkala

Dalam tindakan lapangan nan dilakukan, petugas Puskesmas Banjarangkan I menekankan pentingnya penerapan strategi 3M Plus secara disiplin. Selain menguras, menutup, dan mendaur ulang, poin "Plus" seperti penggunaan obat nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga memelihara ikan pemakan jentik menjadi materi edukasi utama.

  • Pemeriksaan Bak Mandi: Petugas memastikan tidak ada jentik nyamuk pada penampungan air utama di dalam rumah.
  • Pembersihan Lingkungan: Warga diajak membersihkan area pekarangan dari sampah plastik alias kaleng jejak nan dapat menampung air hujan.
  • Edukasi Larvasida: Pemberian serbuk abate (larvasida) pada tempat penampungan air nan susah dikuras secara rutin.

Informasi Penting: Puskesmas Banjarangkan I mengimbau penduduk segera melapor jika ada personil family nan mengalami indikasi demam tinggi mendadak, nyeri sendi, alias muncul bintik merah pada kulit untuk mendapatkan penanganan dini.

Meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ)

Kepala Puskesmas Banjarangkan I menyatakan bahwa tujuan akhir dari aktivitas PSN nan intensif ini adalah meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah Banjarangkan hingga melampaui standar nasional sebesar 95%. Dengan ABJ nan tinggi, akibat penularan virus dengue di tengah masyarakat dapat diminimalisir secara signifikan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif setiap rumah tangga untuk menjadi Jumantik berdikari adalah kunci utama. PSN kudu menjadi style hidup, bukan sekadar aktivitas seremonial saat kasus naik,” tegas pihak manajemen Puskesmas.

Selain tindakan fisik, Puskesmas juga memanfaatkan platform digital untuk memantau laporan kader Jumantik dari setiap banjar. Hal ini memungkinkan pemetaan wilayah rawan jentik secara real-time, sehingga intervensi berupa pengasapan (fogging) hanya dilakukan secara selektif dan tepat sasaran sesuai prosedur medis nan berlaku.

FAQ: Seputar PSN di Banjarangkan

Kapan waktu terbaik melakukan PSN?
PSN idealnya dilakukan minimal satu kali dalam seminggu secara serentak di seluruh lingkungan untuk memastikan siklus hidup nyamuk terputus.

Apakah fogging efektif memberantas DBD?
Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, namun tidak membunuh jentik. Oleh lantaran itu, PSN (pemberantasan jentik) jauh lebih efektif dan menjadi prioritas utama Puskesmas Banjarangkan I.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia