Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Mau Buatkan Warga RI Rekening Bank

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah membuka rekening bank bagi masyarakat bermaksud untuk mempercepat sekaligus memastikan penyaluran support pemerintah lebih tepat sasaran.

Menurutnya, rekening tersebut nantinya dapat terhubung dengan beragam sistem dan pedoman info pemerintah sehingga pengedaran support sosial maupun program support lainnya menjadi lebih efektif.

"(Tujuannya) jika setiap support betul-betul sigap dan tepat sasaran. Bansos dan lain-lain. Itu rencana Pak Presiden seperti itu," kata Purbaya saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).

Purbaya menjelaskan, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pembukaan rekening secara otomatis bagi masyarakat nan telah berumur di atas 18 tahun namun belum mempunyai rekening bank. Meski demikian, dia menegaskan skema tersebut tetap dalam tahap pembahasan awal.

"Kelihatannya setiap orang nan umurnya di atas 18 tahun bakal dibukakan rekening, nan belum punya rekening," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah bakal memanfaatkan integrasi info kependudukan dengan sistem perbankan untuk mengidentifikasi masyarakat nan belum mempunyai rekening. Dengan langkah tersebut, program ekspansi akses jasa finansial dapat dilakukan secara lebih terarah.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan sistem pembukaan rekening otomatis bagi masyarakat nan baru membikin Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Ada kemungkinan juga kelak setiap orang nan bikin KTP langsung otomatis dibuatkan rekeningnya," kata Purbaya.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya bermaksud meningkatkan inklusi finansial nasional, tetapi juga mendukung integrasi penyaluran beragam program pemerintah agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan pemerintah bakal menyiapkan agar masyarakat mempunyai rekening di beberapa bank Himbara.

Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memenuhi rekening masyarakat nan sudah berumur 17 tahun.

"Tentu dengan info nan dimiliki oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Dukcapil, diharapkan pada saat penduduk negara mencapai usia 17 tahun, maka dia bakal memperoleh KTP plus nomor rekening," jelas Airlangga.

Tak hanya itu saja, rekening bank tersebut nantinya bisa saling terintegrasi dengan pembayaran QRIS. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk integrasi ini.

"Dari nomor rekening itu, nantinya mempunyai keahlian nan untuk bisa dilakukan pembayaran alias payment system, dan ini bekerja-sama juga dengan payment gateway nan ada di BI ialah dengan QRIS," terang Airlangga.

Selain itu, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan untuk membahas perihal ini.

"Kami bakal siapkan teknisnya berbareng BI, OJK, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan, nan bakal dibahas dalam Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI)," ujarnya.

Airlangga mengungkapkan rekening tersebut nantinya tidak hanya berfaedah untuk menyimpan dana, tetapi juga sebagai kanal penyaluran support sosial (bansos) secara tunai.

Bagi UMKM, sambungnya, pemerintah bakal menyediakan sistem pembayaran QRIS secara otomatis tanpa biaya.

"Ada payment system QR otomatis tersedia. QR tidak minta discount. Jadi, nol biaya untuk para pedagang. Diharapkan jika dengan demikian ini bakal mendorong UMKM dan juga perekonomian syariah," tegas Airlangga.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News